Musim Hujan, Pemkot Depok Belum Punya Data Titik Rawan Banjir

Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna mengaku belum memiliki data titik rawan banjir di Depok meski musim kemarau mulai berakhir berganti musim hujan

Musim Hujan, Pemkot Depok Belum Punya Data Titik Rawan Banjir
TribunJakarta/Bima Putra
Pengendara mobil saat melintas di Jalan Raya Duta Pelni, Sukmajaya, Depok, Minggu (2/9/2018) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna mengaku belum memiliki data titik rawan banjir di Depok meski musim kemarau mulai berakhir dan berganti musim hujan.

Hal ini disampaikan Pradi Supriatna saat dia meninjau longsornya turap Kali Baru di Jalan Raya Citayam, depan perumahan Permata Regency Depok.

"Sedang saya minta, kami lagi minta semua data titik rawan banjir di Depok," kata Pradi kepada wartawan di Cipayung, Depok, Jumat (9/11/2018).

Sebagaimana Pradi, Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok, Citra Indah Yulianti mengaku belum memiliki data pasti titik rawan banjir di Depok.

Pasalnya proses pendataan jumlah titik rawan banjir di sebelas Kecamatan yang ada masih belum beres sampai sekarang.

"Tahun ini belum ada, karena masih di-list (didata)," jelas Citra saat dihubungi wartawan lewat pesan singkat.

Sebelumnya Kepala Dinas PUPR Kota Depok Manto Djorghi mengatakan ada dua titik rawan banjir yang setiap tahunnya selalu masuk dalam daftar titik rawan banjir.

Kedua titik tersebut adalah perumahan Taman Duta di Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sukmajaya dan perumahan Bukit Cengkeh II di Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis yang ketinggian airnya kerap mencapai 1,5 meter.

Hari Ini Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna Akan Mengikuti Kerja Bakti Bersama Warga Bulak Barat

Antisipasi Banjir, Dinas SDA Kebut Pengerukan Sungai Ciliwung

Manto menuturkan dua perumahan itu masih menjadi kawasan rawan banjir seperti dulu lantaran pengerjaan sodetan Situ Pengarengan yang dikerjakan pihak Tol Cijago belum beres.

Dia yakin bila pengerjaan sodetan itu beres maka dua perumahan yang kerap terendam banjir itu dapat bebas dari genangan banjir.

"Benar, di dua daerah tersebut masih rawan. Bila sodetan dari Situ Pengarengan ke Kali Sugutamu selesai dikerjakan oleh pihak Tol Cijago, maka dipastikan daerah tersebut bebas dari genangan atau banjir," jelas Manto, Senin (29/10/2018).

Penulis: Bima Putra
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved