Kasus Korupsi

BPN Kota Bekasi Terima Aset Milik Setya Novanto dari KPK

BPN Kota Bekasi menerima aset milik terpidana kasus korupsi KTP elektronik Setya Novanto yang diserahkan perwakilan KPK, Senin (12/11/2018).

BPN Kota Bekasi Terima Aset Milik Setya Novanto dari KPK
Terpidana kasus korupsi proyek KTP elektronik, Setya Novanto resmi berpindah dari Rutan Kelas 1 Jakarta Timur Cabang Rutan KPK ke Lapas Sukamiskin, Jawa Barat. Pantauan Kompas.com, Novanto keluar dari tahanan sekitar pukul 13.30 WIB, Jumat (4/5/2018)(DYLAN APRIALDO RACHMAN/KOMPAS.com) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - Badan Pertanahan Negara Kota Bekasi menerima aset milik terpidana kasus korupsi KTP elektronik Setya Novanto yang diserahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (12/11/2018).

Kepala BPN Kota Bekasi Muhammad Irdan mengatakan aset berupa sebidang tanah dan bangunan seluas 320 meter persegi itu berada di Kelurahan Jatiwaringin, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi. Aset tersebut selanjutnya menjadi milik negara.

"Sebanyak empat orang perwakilan KPK datang untuk prosesi serah terima aset. Jadi kita juga tetap sesuai dengan prosedur, kalau tidak ada surat kuasa dari pihak yang berhak dalam hal ini Bapak Setya Novanto tentu kita tidak atau belum bisa menyerahkan (uang pengganti)," ungkap Irdan.

Nilai aset milik Setnov berupa tanah dan bangunan itu sebesar Rp 6,4 miliar. Karena telah menjadi milik negara, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) membeli aset tersebut yang diterima KPK untuk dimasukkan ke dalam kas negara.

"Tanah berikut bangunannya kan berada di jalur kereta api cepat, itu akan digunakan untuk proyek itu," terang Irdan.

Dia menambahkan, Setnov telah memiliki aset tersebut sejak lama, sebelum menjadi ketua KPK. Diketahui aset lahan dan bangunan itu sempat dihuni keluarga Setnov.

"Itu sebetulnya rumah ya, rumah beliau sendiri dan ditempati oleh istrinya sebelum ini (terjerat kasus korupsi) ya. Semuanya (lahan) digunakan untuk (proyek) kereta cepat. Tapi, karena dia ada sisa kita ganti, kita bayar semua. Sertifikat nanti aset negara. Otomatis sertifikat dihapus," ucap dia.

Empat perwakilan KPK yang diketahui dari Tim Jaksa Eksekusi dari Unit Labuksi KPK (Pelacakan Aset, Pengelolaan Barang Bukti dan Eksekusi) saat dijumpai enggan memberikan keterangan perihal prosesi serah terima aset milik Setnov tersebut.

"Nanti ya, satu pintu saja sama Mas Febri (Juru Bicara KPK)," ujar satu di antara perwakilan KPK.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved