Pelaku Penodongan di Terminal Tanjung Priok, Libatkan Anaknya untuk Menjerat Korban

Kapolsek Tanjung Priok Supriyanto menjelaskan Nona meminta anaknya untuk mengemis kepada korban

Pelaku Penodongan di Terminal Tanjung Priok, Libatkan Anaknya untuk Menjerat Korban
Tribunnews
Ilustrasi Penodongan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Seorang wanita bernama Nona Haryati (32) yang ditangkap polisi usai melakukan aksi penodongan di Terminal Tanjung Priok melibatkan anaknya untuk memancing korban.

Senin (12/11/2018) pagi, seorang pria bernama Edi (24) menjadi korban penodongan yang dilakukan Nona dan tiga pelaku lainnya yang masih buron.

Kapolsek Tanjung Priok Supriyanto menjelaskan Nona meminta anaknya untuk mengemis kepada korban.

Selepas korban memberikan uang kepada anaknya, Nona beserta tiga orang pelaku lainnya langsung mengerubungi korban dan menodongnya dengan senjata tajam.

"Anak kecil itu anaknya si pelaku, jadi pancingannya anak kecil. Anaknya pura-pura ngemis. Nanti begitu (korban) ngasih, langsung diserbu sama rombongan," kata Supriyanto.

Supriyanto juga mengatakan Nona adalah residivis kasus serupa. Suami wanita itu pun juga masih mendekam di penjara lantaran pernah melakukan aksi pencurian dengan pemberatan di tempat yang sama, Terminal Tanjung Priok.

Sehari-hari, lanjut Supriyanto, Nona dan pelaku lainnya memang berkeliaran di Terminal Tanjung Priok.

"Ibunya itu memang residivis, suaminya sudah masuk duluan, 365 juga di terminal dan sekarang sudah di penjara," kata Supriyanto.

Meski demikian, Supriyanto belum menjelaskan soal jenis kelamin maupun umur anak Nona yang dilibatkan dalam insiden penodongan itu.

Halaman
12
Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved