Breaking News:

Lion Air JT610 Jatuh

Jadi Korban Lion Air PK-LQP, Jaksa Shandy Sempat Cerita Kehamilan Istrinya kepada Keluarga

Jadi korban Lion Air PK-LQP, jenazah Shandy Johan Ramadhan (27) langsung dibawa ke rumah duka di Komplek Perindustrian, Duren Sawit, Jakarta Timur.

TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Suasana rumah duka Shandy Johan Ramadan 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, DUREN SAWIT - Setelah berhasil diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri, jenazah Shandy Johan Ramadhan (27) langsung dibawa ke rumah duka di Komplek Perindustrian, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Setibanya di rumah duka, jenazah Shandy langsung disambut oleh sejumlah kerabat dan sanak keluarganya. Beberapa karangan bunga juga terlihat sudah berada di sekitar rumah duka.

Suasana rumah duka Shandy Johan Ramadan
Suasana rumah duka Shandy Johan Ramadan (TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci)

Dodi Widodo, ayah korban menuturkan, meski berat melepas kepergian sang anak, namun, pihak keluarga telah mengikhlaskannya pergi.

"Kami sudah ikhlas, sudah sabar, Insya Allah Khusnul Khotimah," ucapnya kepada awak media, Senin (13/11/2018).

Dikatakan Dodi, semasa hidup, Shandy dikenal sebagai anak yang penurut dan soleh, serta memiliki cita-cita menjadi seorang jaksa yang baik dan jujur.

"Anaknya penurut, Insya Allah soleh juga, dia juga memiliki keinginan menjadi jaksa yang baik dan bersih. Terus terang dia kebanggan saya," ujarnya.

Ia menceritakan, sebelum anak sulungnya itu pergi untuk selamanya, Shandy yang telah satu tahun bertugas di Kejaksaan Tinggi Negeri Bangka Selatan sempat memberikan kabar baik kepada keluarga perihal kehamilan istrinya.

Suasana rumah duka Shandy Johan Ramadan
Suasana rumah duka Shandy Johan Ramadan (TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci)

"Setiap dua atau tiga minggu sekali dia selalu pulang, kemarin Jumat dia pulang kasih kabar gembira ke kami. Istrinya hamil tujuh minggu, tapi ternyata Tuhan berkehendak lain," kata Dodi.

Perpisahan ini semakin menyesakkan manakala itu menjadi kali terakhir dirinya bertemu dengan anaknya tersebut.

"Biasanya kami setiap weekend pasti ngobrol dan makan bareng, tapi karena kesibukannya tidak sempat bertemu lagi, itu yang saya sesalkan," ucapnya.

Menurut rencana, jenazah Shandy akan dikebumikan pada Selasa (13/11/2018) siang di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kebon Nanas, Jatinegara, Jakarta Timur.

Suasana rumah duka Shandy Johan Ramadan
Suasana rumah duka Shandy Johan Ramadan (TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci)

"Insya Allah dimakamkan besok siang, saat ba'da zuhur," ucapnya.

Sebelumnya, Shandy Johan Ramadhan berhasil diidentifikasi oleh tim DVI bersama dua orang penumpang Lion Air lainnya, yaitu Firmansyah Akbar (42) dan Deryl Johan Febrianto (22).

Penambahan tiga orang ini menambah jumlah keseluruhan penumpang Lion Air PK-LQP yang telah teridentifikasi menjadi 82 orang korban. Terdiri dari 62 orang laki-laki dan 20 lainnya wanita.

Seperti diberitakan sebelumnya, pesawat jenis Boeing 737 Max 8 milik maskapai Lion Air ini mengalami kecelakaan sesaat setelah meninggalkan Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tanggerang, Banten pada Senin (29/10/2018) pagi.

TERPOPULER Calon Suami Jadi Korban Lion Air PK-LQP, Intan Tampak Cantik di Tanggal Pernikahannya

Berikut Daftar Nama Penumpang Lion Air PK-LQP yang Telah Teridentifikasi

Pesawat sempat dilaporkan meminta untuk kembali ke bandara Soekarno-Hatta, sebelum kemudian hilang kontak pukul 06.33 WIB.

Terakhir, pesawat itu terlihat berada di koordinat 05 48.934 S 107 07.384 E T.

Pantauan dari Flightaware, pesawat terakhir berada di Tanjung Karawang, namun kemudian hilang dari jalur.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved