Lion Air JT610 Jatuh

Mengenal Kombes Lisda Cancer, Dokter di balik Keberhasilan DVI Identifikasi Korban Lion Air PK-LQP

Keberhasilan mengungkap identitas sejumlah penumpang pesawat naas ini tak terlepas dari kepiawaian seorang wanita berusia 50 tahun bernama Lisda Cance

Mengenal Kombes Lisda Cancer, Dokter di balik Keberhasilan DVI Identifikasi Korban Lion Air PK-LQP
TribunJakarta/Dionisius Arya Bima Suci
Kepala DVI Polri Kombes Pol Lisda Cancer saat ditemui awak media selepas rilis resmi operasi penyelamatan penumpang Lion Air PK-LQP di RS Polri Said Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (13/11/2018). 

Tak lama setelah bergabung di Pusdokkes Polri, Lisda langsung dihadapkan pada kasus besar, yaitu pengeboman Kedutaan Besar (Kedubes) Australia di daerah Kuningan, Jakarta Selatan pada tanggal 9 September 2004.

"Kasus pertama saya saat itu bom di depan Kedubes Australia tahun 2004, itu juga banyak korban dan ada pelaku juga (yang tewas). Baru berkecimpung di DVI langsung belajar dari situ," kata Lisda.

Selain kasus teror bom di Kedubes Australia, sejumlah kasus besar juga pernah ia tangani, seperti kecelakaan pesawat Garuda GA-200 tahun 2007 di Yogyakarta, bom Mega Kuningan tahun 2009 di JW Marriot dan Ritz Carlton, serta teror bom di Surabaya belum lama ini.

Namun dari seluruh kasus besar yang pernah ia tangani, Lisda mengaku paling berkesan saat membantu tim DVI Australia mengidentifikasi korban kebakaran besar yang melanda sebagian besar negara bagian Victoria dan sebagian kecil negara bagian South Australia serta New South Wales tahun 2009 yang lalu.

"Selama ini Australia yang mengajarkan kita, tapi saat itu meraka ternyata mengundang Indonesia untuk membantu mereka. Ini artinya kami sudah diakui dan dipercaya," ucapnya.

Berbeda dibandingkan dokter pada umumnya, dokter forensik selalu menghadapi 'pasien' yang tak biasa. Namun, itu tak membuat Lisda takut dan gentar untuk membantu mengungkap kematian seseorang.

Jadi Korban Lion Air PK-LQP, Jaksa Shandy Sempat Cerita Kehamilan Istrinya kepada Keluarga

Berikut Daftar Nama Penumpang Lion Air PK-LQP yang Telah Teridentifikasi

Calon Suami Jadi Korban Lion Air, Intan Nampak Anggun Tanpa Mempelai Pria di Tanggal Menikahnya

"Alhamdulillah takut sih enggak, cuma pas awalnya saja ada rasa enggak nyaman, apalagi melihat kondisi (jenazah) enggak bagus, tapi lama-kelamaan sudah terbiasa," ujar Lisda Cancer.

Dikatakan Lisda Cancer, meski saat ini ketiga orang anaknya belum ada yang terlihat ingin mengikuti jejaknya sebagai dokter forensik. Namun, ia tetap berusaha mendorong mereka mengikuti jejaknya di dunia forensik.

"Anak saya yang pertama kuliah psikologi, dia enggak mau jadi dokter, tapi tetap saya coba dorong untuk ambil psikologi forensik," ucapnya.

Ini ia lakukan lantaran selalu ada kebanggaan tersendiri setelah ia berhasil membuka tabir misteri suatu peristiwa, seperti saat Lisda Cancer berhasil mengidentifikasi korban kecelakaan pesawat naas Lion Air PK-LQP tujuan Pangkal Pinang.

"Psikolog mungkin biasa, tapi psikologi forensik di luar kebiasaan, kedepannya banyak yang mencari, terlebih psikologi forensik saat ini sedang dikembangkan," pungkas Lisda Cancer.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved