Satu Keluarga Tewas

Motif Sementara Dugaan Pembuhan Satu Keluarga di Bekasi Masih Abu-abu

Kombes Pol Indarto mengatakan, sejuah ini berdasarkan hasil olah TKP sementara pihaknya belum menemukan motif pasti dugaan pembunuhan satu keluarga

Motif Sementara Dugaan Pembuhan Satu Keluarga di Bekasi Masih Abu-abu
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BAHCTIAR
Rumah korban pembunuhan di Jalan Bojong Nangka 2, RT02, RW07, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi menggemparkan warga sekitar.  

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar 

TRIBUNJAKARTA.COM, PONDOK MELATI - Kasus temuan empat jenazah satu keluarga yang tewas di dalam sebuah rumah sekaligus warung di Jalan Bojong Nangka 2, RT02, RW07, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi menggemparkan warga sekitar. 

Polisi dari Polres Metro Bekasi Kota saat ini masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Keempat jenazah ditemukan degan luka bersimbah darah diduga akibat sabetan senjata tajam dan benda tumpul. 

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Indarto mengatakan, sejuah ini berdasarkan hasil olah TKP sementara pihaknya belum menemukan motif pasti dugaan pembunuhan satu keluarga tersebut. 

Dia menilai, untuk sementara motif dugaan pembunuhan bukan akibat motif ekonomi, namun tidak menutup kemungkinan adanya dugaan motif lain yang menyelimuti temuan tewasnya empat orang anggota keluarga tersebut. 

"Sementara ini semua motif sedang kita kaji, kita habis ini akan konsolidasi. Tapi sementara ini kita melihat kecenderungannya bukan ekonomi. Kecenderungannya ya. Tapi semua motif masih kita buka peluangnya," kata Indarto di TKP, Selasa (13/11/2018).

Pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan lanjutan bersama pihak keluarga terdekat apakah ada barang berharga lain yang hilang. Pasalnya, polisi menemukan barang berharga seperti kalung dan cincin perhiasan masih utuh.

"Tapi kita akan kaji lagi karena kan ini masih awal. Nanti kita akan olah TKP lanjutan bersama dengan ke keluarga untuk mencari tahu apa-apa barang berharga yang tidak ada," jelas dia.

"Tapi sementara kita tidak menemukan ada barang berharga yang hilang,"tambah dia.

Indarto menambahkan, korban merupakan pemilik usaha warung toko klontong. Di belakang rumah korban juga terdapat puluhan rumah kontrakan yang dikelola oleh korban. 

Awal mula temuan keempat jenazah bermula ketika salah satu penghuni kontrakan mencoba mengetuk pintu rumah korban namun tidak ada respon. Akhirnya penghuni kontrakan tersbut melihat ke dalam jendela dan melihat adanya kecurigaan dan langsung melaporkan kejadian ke RT setempat dan Polsek Pondok Gede.

"Ada sesuatu yang mencurigakan dari dalam rumah ini. Ini rumah dari pengelola kos ini. Lalu tadi anggota kami masuk dan betul menemukan beberapa kecurigaan antara lain ada dua jenazah yang berlumuran darah," tandasnya.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved