Berawal Laporan Suami yang Istrinya Selingkuh, Ibu dan Anak Pemalsu Buku Nikah Diringkus Polisi

Andry mengungkapkan awal mula ditangkapnya kedua tersangka setelah polisi menerima laporan seorang warga bernama Kosim soal istrinya selingkuh.

Berawal Laporan Suami yang Istrinya Selingkuh, Ibu dan Anak Pemalsu Buku Nikah Diringkus Polisi
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Ibu (SLH) dan anak (BS) pemalsu buku nikah. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, KOJA - Seorang ibu berinisial SLH dan anak laki-lakinya berinisial BS terpaksa menjalani hidup sebagai tahanan polisi usai ditangkap lantaran memalsukan buku nikah.

Kanit Reskrim Polsek Koja AKP Andry menjelaskan kedua warga Cilincing itu memalsukan buku nikah kepada pasangan yang diarahkan oleh seorang ustad berinisial L.

"Ustad L hanya menikahkan tapi yang membuat surat adalah kedua tersangka yaitu SL dan anaknya yang bernama B, mereka adalah anak dan ibu," kata Andry, Rabu (14/11/2018), di Mapolsek Koja, Jakarta Utara.

Andry mengungkapkan awal mula ditangkapnya kedua tersangka setelah polisi menerima laporan seorang warga bernama Kosim soal istrinya selingkuh.

Kosim pun menunjukkan buku nikahnya kepada polisi sebagai barang bukti dalam laporannya.

Setelah dicek, buku nikah yang Kosim sertakan ternyata palsu.

Polisi pun menanyakan asal buku nikah tersebut dan setelah ditelusuri, buku nikah tersebut berasal dari SLH dan BS.

Barang bukti buku nikah palsu.
Barang bukti buku nikah palsu. (TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO)

Polisi pun melakukan pengajaran serta berhasil menangkap SLH dan BS pada Jumat (9/11/2018) pukul 23.00 WIB di kediamannya di Tanah merdeka, Cilincing, Jakarta Utara.

"Berawal dari adanya kasus dugaan perzinahan dari saksi yang bernama Kosim datang ke Polsek Koja yang melaporkan istrinya selingkuh, dengan membawa buku nikah," kata Andry.

"Tapi pas kita lihat buku nikahnya itu beda. Setelah kita periksa dan melakukan penyelidikan terbukti kalau buku nikah itu bodong dan tidak teregister di Kantor KUA tersebut," imbuhnya.

SLH dan BS pun ditangkap di kediamannya beserta barang bukti 12 buku nikah palsu.

Andry menjelaskan, dari barang bukti yang diamankan, terlihat jelas bahwa buku nikah yang disimpan SLH dan BS palsu.

Polisi menyimpulkan buku nikah itu palsu karena data-datanya ditulis tangan menggunakan tinta pulpen.

Selain itu, warna sampul buku nikahnya pun terlihat berbeda dengan buku nikah asli.

Video Viral Guru Dikeroyok Murid: Tanggapan Mendikbud, Hingga Pengakuan Guyonan Kelewat Batas

Berbalas Sindiran Anies dan Ketua DPRD Soal Tanah Abang, Tapi Akrab Dihadapan Presiden Jokowi

"Setelah itu kita lihat kita perhatikan ini bodong, palsu. Dari warnanya, sama ini tulisannya tulisan tangan," kata Andry.

Akibat perbuatannya, SLH dan BS dijerat Pasal 263 KUHP dengan ancaman hukuman enam tahun penjara. SLH dikurung di tahanan wanita Polres Metro Jakarta Utara, sedangkan BS ditahan di sel Mapolsek Koja.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved