Satu Keluarga Tewas

Hari Terkhir Sekolah, Dua Anak Korban Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi Tunjukan Gelagat Tak Biasa

"Saat hari terakhir itu dia agak lesu, saya sempet tanya ada apa dia bilang gak apa-apa bu, padahal biasanya dia aktif di kelas," katanya.

Hari Terkhir Sekolah, Dua Anak Korban Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi Tunjukan Gelagat Tak Biasa
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Wali kelas 1 Yayasan Pendidikan Kristen Imanuel Viktori tempat kedua anak yang jadi korban pembunuhan satu keluarga di Bekasi. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, PONDOK MELATI - Senin, 12 November 2018, jadi hari terkahir Sarah Boru Nainggolan dan Arya Boru Nainggolan, dua anak yang jadi korban dugaan pembunuhan satu keluarga di Bekasi.

Keduanya merupa siswa Yayasan Pendidikan Kristen Imanuel Viktori yang beralamat di Jalan Bojong Nangka IV, Pondok Melati, Kota Bekasi. Sarah diketahui duduk di bangku kelas 3 Sekolah Dasar (SD), sedangkan Arya diketahui baru duduk di kelas 1 SD.

Sebelum ditemukan tewas di kediamannya, pada Selasa (13/11), Sarah dan Arya sempat menunjukkan gelagat tidak biasa di hari terkahir mereka masuk sekolah.

Wali Kelas Sarah, Bunga Redista Panjaitan mengatakan, di hari terakhirnya Sarah menunjukkan gelagat tidak biasa dengan merasa tangannya bau amis. Padahal saat itu, Sarah tengah mengikuti proses belajar mengajar seperti biasa.

"Di kelas dia ngeluh tangannya bau amis, saya tanya kamu amis pegang apa, dia bilang gak pegang apa-apa, cuma pegang pulpen, akhirnya saya suruh dia cuci tangan," kata Bunga, Rabu (14/11/2018).

Dia menabahkan, setelah cuci tangan satu kali, Sarah masih merasa tangannya bau amis hingga ia berulang kali cuci tangan bolak-balik kamar mandi.

"Saya heran sampai saya cium tangannya padahal gak bau amis, tapi dia tetep merasa bau amis malah saya dibilang hidung saya nggak bisa cium, akhirnya sampai 7 kali cuci tangan ketujuhnya itu saya suruh pakai sabun," jelas dia.

Setelah cuci tangan hingga tujuh kali dan menggunakan sabun, ia lalu meyakinkan Sarah bahwa tangannya sudah tidak bau amis.

"Setelah pakai sabun itu saya bilang sudah ya sudah gak bau kan sudah pakai sabun, akhirnya dia kembali ikut belajar," kata Bunga.

Halaman
12
Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved