Ketua DPRD DKI Jakarta Dukung Revitalisasi Taman Ismail Marzuki

Pras mengaku belum mengetahui secara pasti bagaimana konsep dari rencana revitalisasi tersebut.

Ketua DPRD DKI Jakarta Dukung Revitalisasi Taman Ismail Marzuki
TribunJakarta/Pebby Ade Liana
Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi, di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (14/11/2018). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi (Pras) mendukung langkah Anies Baswedan untuk merevitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta Pusat.

Sebab, Pras menilai lokasi tersebut merupakan cagar budaya yang dijadikan sebagai pusat kesenian sejak zaman dahulu.

"Yakalau diperbaiki, iyalah (setuju), kan itu daerah cagar budaya, juga pasar seni. Kan dulu kan sama tokoh-tokoh lama kita kan, sering dijadikan tempat seniman tinggal disitu dan belajar disitu. Terobosan-terobosan baru positif gak ? Ya (kalau positif) harus kita dukung ya," ujar Pras saat ditemui di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (14/11/2018).

Kendati demikian, Pras mengaku belum mengetahui secara pasti bagaimana konsep dari rencana revitalisasi tersebut.

Pasalnya, rencana konsep tersebut diketahui setelah konsep tersebut baru akan dijabarkan setelah dibahas ke dalam rapat komisi bersama anggota dewan.

"Ya itu (revitalisasi) benar keinginan visi misinya gubernur. Ya kita coba aja, saya gak bisa ngomong apa-apa itu visi-misi. Kalau kita hambat kan ceritanya lain lagi," kata Pras.

"Ya ntar kita lihat, saya gambarannya juga gak tau dia mau buat apa. Saya gak ngerti, nanti kan ngertinya saya pas pada saat rapat di komisi, baru tau," ungkapnya.

Diketahui, sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah mencanangkan rencana besar revitalisasi tersebut saat pergelaran HUT ke 50 tahun TIM beberapa waktu lalu.

Menurut Anies, sudah saatnya DKI Jakarta memiliki pusat kesenian berkelas internasional yang dapat dibanggakan, seperti yang dimiliki oleh kota-kota besar negara lainnya

"Kita menginginkan di tempat ini menjadi sebuah ekosistem, baik di TIM-nya maupun di Jakarta. Bila di Jakarta tumbuh ekosistem yang baik, pemerintah lah yang memfasilitasi tapi yang menumbuhkan ekositem adalah pelaku-pelakunya," kata Anies, beberapa waktu lalu.

Diketahui, pembangunan tersebut, diperkirakan akan menghabiskan anggaran hingga Rp 1 Triliun.

Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved