Satu Keluarga Tewas

Penuturan Penghuni Kos Soal Kejanggalan di Malam Terjadinya Pembunuhan Satu Keluarga

Jimmy, penghuni kos milik korban pembunuhan satu keluarga di Pondok Melati, Bekasi bercerita keadaan rumah di dini hari

Penuturan Penghuni Kos Soal Kejanggalan di Malam Terjadinya Pembunuhan Satu Keluarga
WARTA KOTA/MUHAMAD AZZAM
Suasana rumah satu keluarga ditemukan tewas, di Jalan Bojong Nangka II, Jatirahayu, Pondok Melati Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (13/11/2018). 

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI - Jimmy, penghuni kos milik korban pembunuhan Diperum Nainggolan dan keluarganya di Pondok Melati, Bekasi bercerita keadaan rumah di dini hari sebelum pembunuhan terjadi.

Dia mengungkapkan sebelum kejadian, ia menutup pintu gerbang area kosan samping rumah korban.

Jimmy mengaku dirinya seringkali pulang malam sehingga ia diberikan kunci gerbang kontrakan oleh korban.

Berbalas Sindiran Anies dan Ketua DPRD Soal Tanah Abang, Tapi Akrab Dihadapan Presiden Jokowi

"Saya bertugas di luar kota, pukul 11.30 malam saya pulang. Biasanya gerbang dikunci pukul 11.00 malm. Karena saya datang pukul 11.30 malam, saya ada kunci. Penghuni kos sini ada dua orang diberi kunci, karena saya sering bertugas di luar kota, berangkat pukul 05.00 pagi, pulang malam jadi dikasih kunci," kata Jimmy kepada Warta Kota, Selasa (13/11/2018).

Jimmy mengatakan, saat dirinya masuk pukul 11.30 malam tidak ada yang mencurigakan. Namun, ada hal yang aneh, korban yang biasa masih bangun menegur dirinya tetapi tidak ada suaranya.

"Jadi pukul 11.30 malam, saya masuk kemudian saya gembok dan kunci lagi seperti semula. Karena saya harus rantai biasanya kalau saya pulang malam, rantai bunyi almarhum keluar. 'Bang baru datang yaa'. Tapi ini enggak ada," katanya.

Ia menjelaskan keanehan lainnya yakni tidak adanya mobil korban yang satunya.

"Saya lihat mobil CRV yang biasa diparkir di sini tapi tadi malam enggak ada. Tapi Nissan Xtrail ada. Biasanya tiga mobilnya di sini. Pas paginya tinggal satu mobil saja yang box. Tapi saya engga tahu ya, ketiga mobil itu punya korban semua atau tidak," katanya.

Ia mengaku heran saat kejadian tidak mendegar suara teriakan korban padahal tinggal dilantai dua belakang rumah korban.

"Kosan ini ada dibelakang rumah korban. Itu yang saya heran, saya tinggal di atas di lantai dua. Baru ketahuan, pas ibu-ibu penghuni kos beli air untuk minum, ketok pintu-pintunya dan jendela," katanya.

Halaman
12
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved