Satu Keluarga Tewas

Sempat Ikut Lomba Futsal di Sekolah, Ini Sederet Momem Terakhir Keluarga Sarah dan Arya

"Mereka ikut, jadi waktu itu acara 17an, sekolah bikin acara lomba yang diikuti wali murid melawan guru-guru," kata Romme, Rabu (14/11/2018).

Sempat Ikut Lomba Futsal di Sekolah, Ini Sederet Momem Terakhir Keluarga Sarah dan Arya
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Kepala SD Imanuel Viktori Romme Winoka saat menunjukkan foto Diperum Nainggolan dan Maya Boru Ambarita ketika mengikuti lomba futsal dengan para guru. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, PONDOK MELATI - Yayasan Pendidikan Kristen Imanuel Viktori Pondok Melati Bekasi, sempat menggelar lomba futsal yang diikuti wali murid dan para guru sekolah. Lomba tersebut ternyata jadi momen terakhir sekolah bersama keluarga Diperum Nainggolan, satu keluarga yang ditemukan tewas, pada Selasa, (13/11/2018).

Kepala Sekolah Dasar Imanuel Viktori Romme Winoka mengatakan saat itu, orang tua Sarah dan Arya, Diperum Nainggolan dan Maya Boru Ambarita ikut dalam perlombaan. Keduanya berpartisipasi dalam lomba futsal.

"Mereka ikut, jadi waktu itu acara 17an, sekolah bikin acara lomba yang diikuti wali murid melawan guru-guru," kata Romme, Rabu (14/11/2018).

Mereka kata Romme merupakan pribadi yang baik, bahkan selama lomba, keduanya terlihat sangat akrab dengan guru-guru.

"Makanya pas tau kabar ada musibah itu guru-guru di sini kaget gak nyangka, semua sedih," katanya.

Selain itu, di setiap acara sekolah, keluarga Diperum kerap menyunbah makanan dan minuman.

Dirinya mencontohkan ketika kegiatan pramuka misalnya, keluarga menyumbang sejumlah minuman dan kopi untuk guru-guru di sekolah.

"Iya jadi karena beliau juga punya usaha toko sering ikut nyumbang makanan dan minuman, baik keluarganya," katanya.

Berbalas Sindiran Anies dan Ketua DPRD Soal Tanah Abang, Tapi Akrab Dihadapan Presiden Jokowi

Video Viral Guru Dikeroyok Murid: Tanggapan Mendikbud, Hingga Pengakuan Guyonan Kelewat Batas

Sebelumnya, empat orang anggota keluarga ditemukan tewas di dalam rumahnya sendiri di Jalan Bojong Nangka 2, RT02, RW07, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi.

Korban ditemukan dengan luka akibat senjata tajam dan juga luka diduga akibat sekapan.

Polisi sejauh ini masih menyelidiki kasus tersebut, belum jelas motif apa dibalik dugaan penbunuhan yang menewaskan satu keluarga tersebut.

Pasalnya dari olah tempat kejadian perkara sejumlah barang berharga milik korban diketahui masih utuh seperti perhiasan.

Adapun empat korban atas nama Diperum Nainggolan kepala keluarga berusia 38 tahun, Maya Boru Ambarita (37) isteri.

Sarah Boru Nainggolan anak berusia sembilan tahun, dan Arya Nainggolan anak berusia tujuh tahun.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved