Berakhirnya Bisnis Buku Nikah Palsu Ibu dan Anak di Tangan Polsek Koja, Ini Deretan Faktanya

Seorang ibu berinisial SLH dan anak laki-lakinya berinisial BS kini terpaksa menghentikan bisnis buku nikah.

Berakhirnya Bisnis Buku Nikah Palsu Ibu dan Anak di Tangan Polsek Koja, Ini Deretan Faktanya
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Ibu (SLH) dan anak (BS) pemalsu buku nikah. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, KOJA - Melanglang buana di dunia pemalsuan buku nikah sejak dekade 2000-an, seorang ibu berinisial SLH dan anak laki-lakinya berinisial BS kini terpaksa menghentikan bisnisnya.

Lantaran keduanya harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di penjara.

Ibu dan anak warga Cilincing itu ditangkap aparat Polsek Koja pada Jumat (9/11/2018) lalu, setelah polisi menelusuri adanya buku nikah palsu dari sebuah laporan perzinahan.

Laporan perzinahan

Awal mula ditangkapnya SLH dan BS terjadi setelah polisi menerima laporan seorang warga bernama Kosim soal istrinya yang selingkuh.

Datang ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polsek Koja, Kosim menunjukkan buku nikahnya kepada polisi sebagai barang bukti dalam laporannya. Setelah dicek, buku nikah yang Kosim sertakan ternyata palsu.

"Berawal dari adanya kasus dugaan perzinahan dari saksi yang bernama Kosim datang ke Polsek Koja yang melaporkan istrinya selingkuh, dengan membawa buku nikah," kata Kanit Reskrim Polsem Koja AKP Andry Suharto, Rabu (14/11/2018) dalam konpers di Mapolsek Koja, Jakarta Utara.

"Tapi pas kita lihat buku nikahnya itu beda. Setelah kita periksa dan melakukan penyelidikan terbukti kalau buku nikah itu bodong dan tidak teregister di Kantor KUA tersebut," imbuhnya.

Polisi pun melakukan pengembangan terkait asal usul buku nikah palsu tersebut.

Halaman
1234
Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved