Nasib Becak di Ibu Kota, Punya Pangkalan Resmi Hingga Munculnya 'Beol Cepirit'

"Nanti sebutan untuk becak online yakni Be'ol Cepirit atau Becak Online Cepat dan Irit," ucap Rasdullah saat dikonfirmasi Warta Kota, pada Kamis.

TribunJakarta.com/ Gerald Leonardo Agustino
Tukang becak di Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (12/10/2018). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Kini becak telah dilegalkan oleh Gubernur DKI Jakarta sebagai moda transportasi ramah lingkungan.

Para penarik becak pun kini tak perlu khawatir terjaring razia Satpol PP karena saat ini sudah disiapkan lokasi pangkalan becak.

Pangkalan becak berukuran 3x6 meter ini dibangun tepat di belakang Pasar Pejagalan, Jakarta Barat.

Di Kelurahan Pekojan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat ada dua lokasi pangkalan becak yakni di Jalan Pejagalan Raya dan Bandengan Utara.

Pembangunan pangkalan khusus becak ini didirikan untuk menata para penarik becak agar tidak berantakan dan parkir sembarangan di bahu jalan.

Dengan adanya pangkalan khusus ini Pemprov DKI Jakarta akan memberikan sanksi tegas berupa penyitaan bagi penarik becak yang kedapatan mangkal di luar pangkalan.

Sanksi ini juga berlaku bagi para penarik becak ilegal atau yang tidak terdaftar beroperasi di Jakarta.

Pengayuh tagih janji pemberian becak motor

Sejumlah penarik becak di shelter becak di Pasar Pejagalan, Kelurahan Pekojan, Tambora, Jakarta Barat, mengaku tak lagi kuat mengayuh becak mengantarkan para penumpangnya karena jarak tempuhnya jauh.

Sehingga para penarik becak ini menginginkan agar pemerintah bisa meringankannya dengan memberikan becak motor yang pernah dijanjikan Pemprov DKI Jakarta era Anies Baswedan

Selain lelah mengantar penumpang jarak agak jauh dari shelter, para penarik becak di wilayah Pekojan ini juga punya alasan yang lain. Becak motor, dapat menampung banyak penumpang dan dapat melintas di jalan raya maupun jalan protokol.

"Kalau di sini (Pasar Pejagalan) jam 09.00 pagi juga sudah sepi. Penarik becak di sini, ya lebih baik pulang istirahat siangnya. Lagipula, kalau siang lanjut cari penumpang, enggak kuat pak mengayuh becak antar penumpang jarak jauh. Tetapi, kalau pemerintah DKI bisa memberikan becak motor itu lebih enak, mau sekali. Sebab, angkut penumpangnya bisa banyak, jarak jauh enggak perlu mengayuh, lalu dapat melintas di jalan raya," kata penarik becak, Hasim (69), di Shelter Pasar Pejagalan, Kamis (15/11/2018).

Mengenai penghasilan sehari-hari Hasim, rata-rata Rp 50.000 hingga Rp 100.000. Diucapkan Hasim, untuk mendapatkan penghasilan Rp 50 ribu keatas per-harinya hanya memakan waktu sekitar empat jam.

"Jadi begini, di Shelter Becak Pasar Pejagalan ada 24 becak. Bergantian sistemnya. Saya dari pukul 05.30 pagi ada di sini. Antar pengunjung pasar pulang, atau antar barang dagangan. Itu sampai jam 09.00 saya telah antar sekitar tiga penumpang dan dapat penghasilan Rp 50 ribu. Tapi jam 09.00 lewat sampai siang bolong, itu sepi penumpang. Saya baru dapat Rp 40.000. Kalau dapat Rp 70.000, pulang lah," kata Hasim kembali.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved