Pilpres 2019

Bawaslu Tangsel Minta Dishub Copot Stiker Wajah Jokowi di Kaca Angkot

Stiker wajah Jokowi dan logo PDI Perjuangan menghiasi kaca belakang sejumlah Angkot D14 Ciputat-Pamulang 2 berseliweran di Jalan Siliwangi, Tangsel.

Bawaslu Tangsel Minta Dishub Copot Stiker Wajah Jokowi di Kaca Angkot
TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Stiker Jokowi dan logo PDI Perjuangan di Angkot D14 saat melintas di Jalan Siliwangi, Pamulang, Tangerang Selatan, Jumat (16/11/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, PAMULANG - Stiker wajah Jokowi dan logo PDI Perjuangan yang menghiasi kaca belakang sejumlah Angkot D14 Ciputat-Pamulang 2 berseliweran di Jalan Siliwangi, Tangerang Selatan.

Divisi Pengawasan Bawaslu Tangsel, Slamet, memandang stiker bergambar wajah calon presiden nomor urut 01 itu melanggar sejumlah aturan.

Soal Peraturan KPU, Slamet mengatakan, stiker tersebut berjenis cutting sticker dan harganya melebihi Rp 60 ribu yang merupakan harga masksimal alat peraga kampanye.

"Itu stiker cutting, enggak boleh, harganya lebih dari Rp 60 ribu. Di pasal 30 ayat (6) tentang PKPU 23 Tahun 2018 akumulasi harga bahan kampanye tidak boleh lebih dari 60 ribu," terang Slamet melalui aplikasi pesan singkat, Jumat (16/11/2018).

Selain PKPU 23 tahun 2018, Slamet juga menyebut stiker Jokowi melanggar aturan lainnya dari Peraturan Kementerian Perubungan nomor 349 dan UU 22 tahun 2009.

"Juga pasal 280 UU nomor 7 tahun 2017 larangan kampanye yang mengganggu ketertiban umum," papar dia.

Slamet mengatakan dalam kasus ini pelanggarnya adalah yang memasang, bisa perorangan ataupun pelaku kampanye.

"Kita enggak punya wewenang untuk mencopot. Dalam waktu dekat kita akan kordinasi dengan Dishub Tangsel serta kepolisian untuk menertibkannya," tegasnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved