Pilpres 2019

Fahri Hamzah Sindir Prabowo: Kalau Enggak Ditantang Petahana Santai-santai

Prabowo-Sandiaga harus berani menantang masalah substantif kepada Jokowi-Maruf Amin. Jangan biarkan petahan memainkan politik gimmick di Pilpres 2019.

Editor: Y Gustaman
Twitter/@kawanFH
Fahri Hamzah saat mengunjungi tenda korban gempa di Lombok Utara, Rabu (8/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Taufik Ismail

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Calon presiden-wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno harus berani menantang masalah substantif kepada Jokowi-Maruf Amin.

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan jika Prabowo-Sandiaga memainkan isu substansial, kubu Jokowi-Ma'ruf tidak akan memainkan politik gimmick di Pemilu Presiden 2019.

"Kalau enggak ditantang ya petahana (Jokowi) santai-santai aja. Ya (ngucapin) sontoloyo, genderuwo. Karena dia tidak ditantang dengan konten. Akhirnya main gimmick. Itu yang saya sayangkan," kata Fahri Hamzah di kompleks DPR-MPR, Jumat, (16/11/2018).

Menurut Fahri Hamzah, derajat pertarungan Pilpres 2019 harus diangkat. Bukan menyajikan pertarungan gimmick melainkan konten menyoal substansi berdasarkan data.

Hal tersebut menurut Fahri Hamzah harus dimulai dari kubu Prabowo-Sandiaga sebagai penantang.

"Bagaimana menjelaskan cara mengakhiri konflik ideologi, cara mengakhiri kemungkinan di masa depan muncul gesekan-gesekan akibat ras dan etnis, bagaimana mensolidkan bangsa besar ini. Kedua bagaimana mengatur pertumbuhan ekonomi di atas 7 persen," kata dia.

Selain itu bagaiman cara memeretakan pembangunan sehingga tidak terjadi ketimpangan yang tinggi. Karena saat ini menurutnya terjadi ketimpangan yang luar biasa akibat sistem ekonomi yang terbuka.

"Sistem ekonomi yang kita buka di free market ini rupanya menciptakan segelintir orang kaya yang karena upayanya dan strugglenya sebagai orang kayak bisa sebesar apa yang anda mau. Tapi ini meninggalkan orang orang miskin yang jauh di bawah garis kemiskinan yang terus menganga. Ini bagaimana diselesaikan. Ada banyak persoalan yang harus dijawab," kata Fahri Hamzah.

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved