Breaking News:

Pilpres 2019

Sandiaga Uno Lebih Sering Tampil Dibanding Prabowo, Pengamat Asumsikan Dalam Dua Perspektif

Pertama, Prabowo masih menganggap waktu penyelenggaraan Pilpres masih panjang, sehingga dibutuhkan strategi yang tepat

ANDREAS LUKAS ALTOBELI
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno ( kanan) berjabat tangan usai memberikan keterangan pers di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta, Kamis (9/8/2018). Prabowo dan Sandiaga Uno resmi maju mencalonkan diri sebagai pasangan capres dan cawapres pada Pilpres 2019 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno lebih sering tampil dan melakukan kunjungan ke berbagai daerah untuk bersosialisasi ketimbang Prabowo Subianto.

Pengamat politik, Pangi Syarwi Chaniago berpendapat, fenomena itu tidak bisa dilihat secara normatif saja. Menurutnya, jarangnya Prabowo tampil di hadapan publik sebagai capres bisa diasumsikan dalam dua perspektif.

Pertama, Prabowo masih menganggap waktu penyelenggaraan Pilpres masih panjang, sehingga dibutuhkan strategi yang tepat. Kedua, lanjut Pangi, karena memang Mantan Danjen Koppasus itu tidak serius dalam memenangi Pilpres.

“Asumsi saya bisa saja memang Prabowo tidak serius (maju),” kata Direktur Eksekutif Voxpol Center itu di Jakarta, Jumat (16/11/2018).

Dia menduga, Prabowo hanya ingin menyelamatkan partai Gerindra di Pemilihan Umum Legislatif. Prabowo, kata Pangi, juga melihat survei yang cenderung menampilkan elektabilitasnya yang masih stagnan.

Pangi menambahkan, Prabowo dan Sandiaga diduga punya kepentingan masing-masing maju di Pilpres mendatang. Prabowo ingin menyelamatkan Gerindra dan Sandiaga ingin berinvestasi untuk kontestasi politik di 2024 mendatang.

Karena itulah, pada persiapan Pilpres 2019 Prabowo terlihat hanya Sandiaga yang sibuk bersosialisasi.

"Bagi Prabowo, kalah pun enggak masalah. Sandi juga enggak ada beban karena itu adalah itu modal buat Sandiaga untuk di 2024,” ungkap Pangi.

Merujuk dari dugaan ketidakseriusan Prabowo dan Sandi itulah, Pangi menilai wajar jika Partai Demokrat tidak all out ikut memenangkan Prabowo-Sandiaga. Demokrat bahkan lebih mementingkan dan fokus untuk menang di Pileg 2019.

SBY Meradang Gerindra Tagih Janji Kampanye, Kubu Jokowi Ungkap Tanda Keretakan Koalisi Prabowo

Setelah Megawati dan SBY, Fahri Hamzah Minta Prabowo Lebih Banyak Turun Tandingi Jokowi

Karena alasan itu pula Demokrat berpikir pragmatis dan membebaskan kader-kadernya untuk memilih Prabowo atau Jokowi di Pilpres mendatang.

Begitu juga dengan PAN, menurut Pangi, sudah menjawab bahwa mereka tidak akan serius di Pilpres, dan justru serius di Pileg.

Kendati demikian, dia berharap, jarang tampilnya Prabowo murni karena menunggu momentum. Prabowo menganggap waktu masih panjang dan sedang merancang strategi yang tepat untuk memenangkan pertarungan.

“Ini tidak bagus bagi sistem perpolitikan dan demokrasi di Indonesia,” tutup Pangi.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved