Sempat Bertemu Ombudsman, Anies Sudah Bahas Soal Jembatan Penyeberangan Tanah Abang

Menurut Anies, persoalan mengenai kesepakatan antara PT KAI dengan PD Pembangunan Sarana Jaya, bukanlah permasalahan yang serius.

Sempat Bertemu Ombudsman, Anies Sudah Bahas Soal Jembatan Penyeberangan Tanah Abang
TRIBUNJAKARTA.COM/PEBBY ADE LIANA
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Polda Metro Jaya, Jumat (16/11/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan telah bertemu dengan Ombudsman perwakilan Jakarta Raya untuk membahas permasalahan Jembatan Penyebrangan Multiguna (JPM) Tanah Abang sejak beberapa hari lalu.

Menurut Anies, persoalan mengenai kesepakatan antara PT KAI dengan PD Pembangunan Sarana Jaya, bukanlah permasalahan yang serius.

Melainkan merupakan hal yang harus dikordinasikan lebih lanjut.

"Saya bertemu dengan ombudsman tiga hari yang lalu, sebenarnya ini kok bukan masalah dalam artian, bukan sesuatu yang tidak klop itu, bukan. Ini adalah suatu hal yang harus dikoordinasikan karena pencatatan-pencatatanya secara administratif harus dipertanggungjawabkan," kata Anies saat ditemui di Polda Metro Jaya, Jumat (16/11/2018).

"Jadi semangatnya sama, semuanya ingin agar warga yang menggunakan kawasan itu bisa leluasa, bisa nyaman hanya untuk melaksanakan semuanya. harus dipertanggungjawabkan," kata Anies.

Perlu diketahui, sebelumnya Ketua Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya Teguh Nugroho mengatakan, ada empat hal yang belum disepakati antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan PT KAI terkait dengan pembangunan jembatan penyeberangan multiguna (JPM) Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Empat permasalahan tersebut terkait dengan aset PT.KAI, flow penumpang, sarana prasarana pendukung skybridge seperti pembangunan toilet, dan pengamanan di sekitar skybridge.

Kendati demikian, Dirut PD Pembangunan Sarana Jaya Yoori C Pinontoan membantah apabila pembangunan JPM tersebut tak melewati proses kajian yang matang.

Menurutnya, tak ada kendala yang ditemui di lapangan selain dengan penyesuaian pembangunan dengan situasi di lokasi proyek tersebut.

"Saya sampaikan, semua menyesuaikan kondisi di lapangan. Itu apalagi pekerjaan yang langsung di design di lapangan, dan langsung di bangun. jadi kalau ada beberapa penyesuaian langsung kita kerjakan di lapangan. Soal pembangunan toilet, dan beberapa hal lainnya memang permintaan yang baru, bukan belum di sepakati sejak awal," kata Yoori beberapa waktu lalu.

Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved