Waspada DBD Hingga Penyakit Akibat Kencing Tikus saat Musim Hujan

Ia mengatakan, saat musim hujan nyamuk lebih mudah bertelur lantaran banyaknya genangan-genangan air yang timbul akibat hujan

Waspada DBD Hingga Penyakit Akibat Kencing Tikus saat Musim Hujan
TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Hujan deras disertai angin kencang, melanda daerah Jakarta Selatan dan sekitarnya 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Novian Ardiansyah

TRIBUNJAKARTA.COM, KEMBANGAN - Memasuki musim hujan seperti sekarang ini sedikit banyak berpengaruh terhadap kondisi badan yang mudah terserang penyakit.

Tidak sedikit masyarakat yang mulai terserang penyakit seperti batuk, flu maupun pilek akibat perubahan cuaca dari panas ke hujan.

Namun di balik itu, ada penyakit berbahaya yang mengintai masyarakat saat musim hujan.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Kota Jakarta Barat, Weningtyas Purnomo Rini menyebutkan setidaknya ada dua penyakit yang perlu diwaspadai ketika musim hujan.

Dua penyakit itu di antaranya demam berdarah dengue (DBD) dan leptospitosis atau lebih dikenal dengan penyakit yang disebabkan oleh kencing tikus.

Ia mengatakan, saat musim hujan nyamuk lebih mudah bertelur lantaran banyaknya genangan-genangan air yang timbul akibat hujan.

"Musin hujan pertumbuhan sarang nyamuk kalau musim hujan air tergenang itu jadi media nyamuk bertelur. Yang berbahaya itu jika genangan tersebut kemudian kering," ujar Weningtyas di RPTRA Joglo, Kembangan, Jakarta Barat, Jumat (16/11/2018).

"Pada waktu kering kan telur nyamuknya tetap tinggal di pinggiran tempat penampungan air. Begitu kena air lagi bisa berkembang biak dalam tiga sampai lina hari jadi nyamuk dewasa," sambungnya.

Ia pun mengimbau kepada masyarakat agar bisa menjaga kebersihan di lingkungan sekitar, dengan membuang sampah pada tempatnya.

"Biasanya di lahan-lahan kosong banyak botol, banyak daun yang tengadah sehingga menjadi reservoir atau temapt perindukan nyamuk," kata Weningtyas.

Di samping itu, lanjut Weningtyas, ada satu penyakit berbahaya lagi yang patut diwaspadai saat musim hujan.

Serangan Babi Hutan Tewaskan Warga Kebumen dan Banyumas, BKSDA Jelaskan ini

Wiranto Sedih, Cucunya Masih Main Bareng Keluarga Pagi Hari, Siangnya Meninggal

"Yang diwaspadai lagi leptospitosis, penyakit yang disebabkan oleh kencing tikus. Jadi kalau hujan kemudian banjir yang menjadi bahaya juga salah satunya itu. Jadi dua penyakit itu perlu diwaspadai di musim hujan ini," tutur Weningtyas.

Ia pun meminta kepada masyarakat, yang nantinya akan melalukan aktivitas di musim penghujan agar dapat menggunakan alas kaki yang dapat melindungi seluruh bagian kaki semisal sepatu bot.

"Jadi ketika membersihkan banjir, membersihkan sampah, selokan itu amannya pakai sepatu boot. Karena tikus itu kan kencing di air banjir. Air banjir itu mengandung kumannya, bakterinya kemudian itu bisa masuk ke dalam kulit kalau kulit kita pecah-pecah atau luka," jelasnya.

Penulis: Novian Ardiansyah
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved