Satu Keluarga Tewas

Sederet Fakta Proses Pencarian Barang Bukti Linggis Kasus Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi

“Harus dibuktikan menggunakan apa menurutnya. Kalau pake linggis kita cari linggisnya,” kata Argo.

Sederet Fakta Proses Pencarian Barang Bukti Linggis Kasus Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi
TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Sejumlah penyelam menghentikan pencarian barang bukti linggis di kasus pembunuhan satu keluarga lantaran arus Kalimalang deras, Sabtu (17/11/2018). Linggis tersebut dibuang di dekat Jembatan Tegal Danas, Cikarang Pusat. 

Dia menambahkan, tujuan dilakukan pencarian barang bukti linggis ialah untuk menguatkan pengakuan tersangka yang melakukan pembunuhan terhadap Diperum Nainggolan dam istrinya Maya Boru Ambarita mengenakan alat tersebut.

“Harus dibuktikan menggunakan apa menurutnya. Kalau pake linggis kita cari linggisnya,” kata Argo.

Kenalkan Wanita Disampingnya, Sule Mengaku Banyak Janda yang Minta Tolong Kepadanya

Pencarian Barang Bukti Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi Dihentikan, Ini yang Dilakukan Polisi

Hingga berita ini diterbitkan, belum dapat dipastikan proses pencarian akan dilanjut atau tidak. Namun Tim penyelam Ditpolair Polda Metro Jaya mengatakan pihaknya masih menunggu perintah lanjutan perihal proses pencarian barang bukti linggis.

"Hari ini karena perkembangan tadi tambah sore tambah deres, nanti nunggu perintah dari komandan di Polda, nanti kita yang jelas secara teknis kita siap saja lakukan penyelaman," kata Iptu Ketut Suwastika penyelam dari Ditpolair. 

Sebelumnya, peristiwa pembunuhan terjadi di sebuah rumah sekaligus toko kelontong di Jalan Nangka 2, Kelurahan Jatirahayu, Pondok Melati, Kota Bekasi, Selasa (13/11/2018).

Peristiwa tersebut menewaskan empat orang anggota keluarga diantaranya Diperum Nainggolan (38), Maya Boru Ambarita (37), Sarah Boru Nainggolan (9), dan Arya Nainggolan (7).

Adapun pelaku pembunuhan dilakukan kerabat dekat dari sang Istri Maya Boru Ambarita bernama Haris Simamora. Motif pelaku melakukan aksi keji itu lantaran dendam akibat sakit hati. 

Pelaku berhasil ditangkap di daeah Garut Jawa Barat, pada Rabu (14/11). Akibat perbuatannya, pelaku diancam hukuman seumur hidup karena dianggap merencanakan pembunuhan satu keluarga. 

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved