Breaking News:

A Man Called Ahok Tembus 1 Juta Penonton, Ahok Tulis Surat dari Mako Brimob: Majulah Demi Keadilan

Film A Man Called Ahok kini telah menembus satu juta penonton. Film A Man Called Ahok diketahui tayang perdana pada 8 November 2018.

Penulis: Rr Dewi Kartika H | Editor: Erik Sinaga
Instagram/@basuki_btp & @vjdaniel
Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok (kiri) dan poster film A Man Called Ahok (kanan) 

"Buat yang kangen dan mau tahu kebenaran, nonton lah you tube ini dan bacalah Buku A man called Ahok.

Karena Waktu bikin Buku dan you tube ini masih jujur research dan buat cerita yang benar-benar berdasarkan bukti fakta yang ada makanya kita approved.

Tetapi Ternyata setelah film jadi..," tulis Fifi Lety Indra.

Fifi Lety Indra menyebut dirinya bukan tak ada campur tangan dalam film tersebut.

Ia mengaku campur tanganya justru membuat dirinya kecewa dengan film A Man Called Ahok.

"Kalau saja Saya tidak pernah membantu mereka tentu saya tidak perlu kecewa karena film ini tidak akan pernah ada," tulis Fifi Lety Indra.

Fifi Lety Indra mengatakan dirinya sudah berkali-kali mengkoreksi naskah film itu.

Beredar Pesan Berantai Tanggapannya Soal Film A Man Called Ahok, Ridwan Kamil Sebut Informasi Hoaks

Sederet Kumpulan Quotes Film A Man Called Ahok, Ini Pesan Inspiratifnya

Hal tersebut dilakukan Fifi Lety demi menyingkirkan adegan yang menurutnya adalah sebuah kebohongan.

Namun hal itu jadi percuma, pasalnya pihak pembuat A Man Called Ahokmenyerahkan naskah saat film tersebut sudah selesai.

"Saya uda berkali-kali mencoret transkrip meminta buang semua andengan bohong, tapi ternyata mereka sudah selesai shooting baru kasih kita baca transkrip dan baru minta kita support dan approved.," tulis Fifi Lety.

Tak hanya itu Fifi Lety lantas membongkar campur tangan Ahok dalam pembuatan film A Man Called Ahok.

Menurut Fifi Lety, Ahok turut bersikeras meminta adegan dan cerita bohong dalam film tersebut dihapus.

"Untung akhirnya BTP ikut campur minta dengan keras buang semua cerita bohong, kalau tidak enggak kebayang film jadinya seperti apa," tulis Fifi Lety Indra.

Fifi Lety mengatakan keluarganya terpaksa menerima film tersebut yang pada dasarnya tidak sesuai dengan peristiwa yang sebenarnya.

"Akhirnya keluarga terpaksa terima tidak sesuai dengan true story asal ada foto-fot asli kami di masukan di film tsb.

Saya tidak tega nonton gambaran tentang papa saya dengan gaya yang bukan Papa saya.

Buat yang mau nonton Silakan aja ambil positipnya aja kayak koko yuyu ( Basuri )," tulis Fifi Lety Indra.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved