Breaking News:

Inggris vs Kroasia: Beban Harry Kane sebagai Penerus Rooney

Sepeninggal Wayne Rooney, beban sebagai juru gedor sekaligus kapten timnas Inggris beralih ke pundak Harry Kane

AFP
Sepeninggal Wayne Rooney, beban sebagai juru gedor sekaligus kapten timnas Inggris beralih ke pundak Harry Kane. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Wayne Rooney akhirnya melakoni laga perpisahan dengan Inggris saat menghadapi Amerika Serikat di Stadion Wembley, Jumat (16/11) dinihari lalu. Dalam laga yang dimenangi Inggris dengan skor 3-0 itu, Rooney yang mengenakan jersi nomor 10 dimainkan oleh pelatih Gareth Southgate pada menit 58. Ia langsung diberikan ban kapten oleh Fabian Delph --yang sebelumnya diserahi sebagai kapten.

Meski tidak ikut mencetak gol, namun laga tersebut terbilang emosional bagi Rooney. Setelah laga itu, dia takkan lagi mengenakan seragam dengan lambang tiga singa di dada. Inilah saatnya bagi Rooney menyerahkan tongkat kepemimpinan kepada para penerusnya. ”Ini momen sempurna untuk mengakhiri karier internasional saya. Meski tidak bisa mencetak gol, tapi ini akan menjadi sesuatu yang tak terlupakan. Semoga dalam beberapa tahun ke depan akan ada pemain yang mendapatkan kesempatan serupa (seperti saya) atas pencapaian mereka selama berkarier di Inggris,” kata Rooney.

Bukan tanpa alasan jika mantan striker Manchester United itu berkata demikian. Selama memperkuat timnas sejak 2003, Rooney tercatat sebagai top scorer sepanjang masa Inggris dengan 53 gol. Kini sepeninggal Rooney, beban itu beralih ke pundak Harry Kane yang tak cuma menjadi juru gedor baru Inggris, tapi sekaligus juga menjadi kapten tim.

Kane sendiri memang adalah kapten Inggris saat finis posisi keempat di Piala Dunia 2018. Di turnamen itu, ia juga menjadi pemain tertajam dengan enam gol. Untuk Inggris, Kane sudah bikin 19 gol dari 34 caps. ”Saya kini menantikan untuk mempersembahkan Harry (Kane) sebuah trofi (tanda sebagai pencetak gol terbanyak) dalam 10 tahun ke depan,” kata Rooney seperti dikutip dari Independent. "Saya yakin dia bisa melewati catatan gol saya di timnas,” sambungnya.

Jika melihat rataan gol Kane selama memperkuat Inggris, sepertinya hal itu takkan sulit dia gapai dalam waktu dekat. Sejak memulai debutnya di timnas Inggris pada tahun 2015, rasio golnya selalu meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2015 ia membuat tiga gol. Meski pada tahun 2016 rasio golnya sempat turun ke dua gol, tapi di tahun 2017 dan 2018 meningkat lagi ke tujuh gol. Ia bahkan masih berpeluang menambah golnya karena Inggris akan menjamu Kroasia pada laga UEFA Nations League di Stadion Wembley, Senin (19/11) dinihari.

Pertandingan melawan Kroasia sendiri adalah laga hidup mati bagi kedua tim dalam perebutan juara grup 4 Liga A Nations League. Laga ini akan menjadi penentu siapa yang akan lolos ke babak selanjutnya. Saat ini tiga tim, yakni Spanyol, Inggris dan Kroasia memilki kesempatan yang sama untuk lolos, dan semuanya bergantung pada laga terakhir fase grup ini.

Karena menjadi laga penentu, maka pelatih Gareth Southgate menargetkan tiga angka dari laga ini. Menurut pelatih Inggris itu, kemenangan atas Kroasia adalah target yang tidak boleh dilewatkan. Apalagi, ini merupakan kesempatan bagi The Three Lions untuk membalas kekalahan 1-2 mereka dari Kroasia pada semifinal Piala Dunia 2018. ”Kami ingin segera pulih dari kekalahan di Piala Dunia. Tahun ini sangat hebat untuk Inggris. Apapun yang terjadi, Inggris punya kesempatan untuk maju dan meraih hasil bagus,” kata Southgate.

Peluang Inggris untuk balas dendam terbuka lebar, karena selain bermain di kandang sendiri, Kroasia yang akan menjadi lawannya juga tak akan tampil dengan kekuatan terbaiknya. Finalis Piala Dunia 2018 itu dipastikan tidak akan diperkuat oleh salah satu gelandang terbaiknya, Ivan Rakitic, yang mengalami cedera.

Pelatih Zlatko Dalic, seusai laga melawan Spanyol kemarin memastikan bahwa gelandang berusia 30 tahun itu sudah dipulangkan ke klubnya, Barcelona, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. ”Dia kembali ke Barcelona karena cedera. Anda tahu praktik saya adalah tidak memaksa pemain bila ada sesuatu yang janggal,” kata Dalic seperti yang dikutip dari Goal.

Namun demikian, Dalic tidak merasa absennya Rakitic sebagai hal yang membahayakan peluang kemenangan timnya saat menghadapi Inggris. Sebab ia masih memiliki stok gelandang berkualitas dari berbagai klub besar. ”Kami punya Vlasic, [Mateo] Kovacic, [Josip] Brekalo, kami punya [Milan] Badelj, kami selalu punya solusi,” ujarnya. ”Kami akan mencari solusi lainnya dan harapan saya, semuanya akan berjalan baik-baik saja,” tambahnya.

Penulis: Dodi Esvandi
Editor: Dodi Esvandi
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved