Menhub Minta Proyek Kereta Cepat dan LRT Hentikan Proses Konstruksi di Ruas Tol Japek

Hal itu dikarenakan, ruas Jalan Tol Jakarta Cikampek (Japek) kerap terjadi kemacetan imbas dari sejumlah kegiatan konstruksi di ruas jalan tersebut

Menhub Minta Proyek Kereta Cepat dan LRT Hentikan Proses Konstruksi di Ruas Tol Japek
TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat rapat di Grand Dikha City Bekasi, Sabtu (20/11/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta pelaksana proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCIC) dan Light Rail Transit (LRT) Jabodetabek menghentikan sementara kegiatan konstruksi selama beberapa bulan.

Hal itu dikarenakan, ruas Jalan Tol Jakarta Cikampek (Japek) kerap terjadi kemacetan imbas dari sejumlah kegiatan konstruksi di ruas jalan tersebut. Selain kedua proyek itu, di Tol Japek juga terdapat proyek besar lainnya yakni proyek tol layang (Eleveted).

"Sama minta kepada para stakeholder yang melakukan kontruksi di situ (Tol Japek) bahwa mengunakan kegiatan itu tidak menyebabkan kemacetan. Sebagai contoh KCIC jangan dikerjakan dulu, LRT saya minta ditunda dulu beberapa bulan ke depan," kata Budi usai menggelar rapat di gabungan terkait kebijakan ganjil genap di Grand Dikha City, Selasa (20/11/2018).

Budi menambahkan, pihaknya ingin ada prioritas dari masing-masing proyek mana yang didahulukan. Sebab, tidak bisa semua proyek dikerjakan dalam waktu bersamaan, imbasnya pasti akan menimbulkan kemacetan yang kritis di ruas Tol Japek.

65 Ribu Suporter Diperkirakan Hadir Pada Laga Persija Jakarta Vs Persela Lamongan

Menhub Budi Karya Sumadi Larang Kendaraan Muatan Berlebih Melintas di Tol Jakarta Cikampek

"Proses kontruksi akan kita hitung lagi paling tidak 3 sampai 4 bulan LRT selesainya 2019. Kita kasih prioritas untuk eleveted. KCIC dan LRT tidak boleh kerja sampai lebaran," kata Budi.

Dia juga meminta kepada Jasa Marga dan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) agar melakukan rapat kordinasi dengan para pelaksana proyek.

"Harus diatur, tidak bisa bergerak secara bersamaan, terutama di KM 13, BPTJ harus undang rapat apakah mereka (KCIC dan LTR) boleh konstruksi tanpa mengganggu lalu lintas," jelas dia.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved