Founder Enter Indonesia Angkat Bicara Soal Kabar Alat Hemat Listrik Buatannya Tak Berikan Efek

Alat penghemat daya listrik milik Enter Indonesia disebut tidak memberikan efek. Founder Enter Indonesia, Edi Swandi angkat bicara.

Founder Enter Indonesia Angkat Bicara Soal Kabar Alat Hemat Listrik Buatannya Tak Berikan Efek
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Alat penghemat listrik milik Enter Indonesia produk hasil anak bangsa yang sudah berproduksi selama 17 tahun di nusantara, Rabu (21/11/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPONDOH - Alat penghemat daya listrik milik Enter Indonesia disebut tidak memberikan efek.

Dijanjikan dapat memberikan efek penghematan terhadap penggunaan daya listrik, keberadaan alat penghemat listrik ini, hingga kini masih menjadi kontroversi karena dianggap tidak berdampak apa pun.

Founder Enter Indonesia, Edi Swandi menegaskan alat penghemat listrik yang diproduksi 1000 unit perharinya itu telah lulus uji laboratorium Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), No.021/Lap.Jatek/B2TE/BPPT/III/2014.

Alat berbentuk persegi panjang dan mungil tersebut pun sudah berproduksi selama 17 tahun hampir di seluruh Indonesia bahkan sudah ekspor ke beberapa negara di Asia Tenggara.

"Sudah 17 tahun sudah terbukti ada puluhan ribu rumah tangga yang pakai. Bahkan penggunanya juga banyak dari kalangan pengusaha, malah Polres dan Polsek juga banyak yang pakai. Energy saver yang kami buat sudah SNI kalau tidak, mana mungkin boleh beredar," jelas Edi saat ditemui di kawasan Alam Sutera, Kota Tangerang, Rabu (21/11/2018).

Ia melanjutkan, alat penghemat listrik yang diproduksinya jelas lebih berpengaruh dalam memberikan efek penghematan daripada kartu penghemat listrik.

"Kalau kartu energy saver itu memang kurang masuk akal, dimana efek penghematannya bisa bekerja kalau hanya dengan kartu ditempel begitu. Kalau alat ini dicolokkan ke kontak listrik, putaran pada kumparan yang ada bisa dikurangi dalam artian sesuai dengan penggunaan," papar Edi.

Dikesempatan yang sama, perwakilan distributor Wempy Suciady mengatakan, bebeberapa konsumen yang merasa tidak merasakan efek alat tersebut dikarenakan tidak mengikuti prosedur pemasangan secara benar.

"Kita tidak menutupi banyak konsumen yang protes, tapi itu semua rata-rata mereka yang komplain ini tidak melakukan pemasangan sesuai SOP dari buku manual," ujar Wempy.

Menurut Wempy, malahan alat yang beredar di pasaran memang banyak yang duplikat alias tidak original dengan harga yang murah.

Dia menyampaikan, agar masyarakat membeli alat tersebut hanya lewat distributor resmi.

"Karena banyak yang jual nggak ori itu mungkin sampai akhirnya banyak yang tidak merasakan efek penghematannya. Intinya masyarakat harus jeli, alat yang kami jual ini Rp 1,5 sampai 1,7 juta," pungkas Wempy.

Mobil Terbakar Dekat Gardu Listrik, Warga Tak Berani untuk Padamkan Api

Diduga karena Korsleting Listrik, 2 Rumah Warga di Cipinang Melayu Hangus Terbakar

Ia menjelaskan, cara kerja dari alat penghemat listrik tersebut adalah mengembalikan daya listrik ke dayanya yang sebenarnya.

"Kerjanya alat ini bukan menghemat atau memangkas daya listrik, tapi mengembalikan daya listrik ke daya aslinya. Lebih tepat menjernihkan aliran listrik dari kumparan. Suka banyak yang salah kaprah," beber Wempy.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved