Lion Air JT 610 Jatuh

Keluarga Korban Pesawat Lion Air PK-LQP Soroti Soal Jadwal Penerbangan Pilot

Keluarga almarhum Puspita Eka Putri, korban jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP, memprotes keras Lion Air karena terlalu mudah mengganti jadwal pilot

Keluarga Korban Pesawat Lion Air PK-LQP Soroti Soal Jadwal Penerbangan Pilot
Warta Kota/Zaki Ari Setiawan
Ibunda Puspita Eka Putri meratapi peti anak ketiganya di kediamannya Perumahan Bali View blok A 4, Kelurahan Pisangan, Kecamatan Ciputat Timur, kota Tangerang Selatan, Selasa (20/11/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPUTAT TIMUR - Keluarga almarhum Puspita Eka Putri, korban jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP, memprotes keras Lion Air karena terlalu mudah mengganti jadwal pilot, dengan alasan kepemilikan lisensi.

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, kopilot pesawat tersebut, Harvino, seharusnya terbang ke Malang, namun karena kopilot yang terbang ke Pangkalpinang tidak memiliki lisensi Boing 737 Max 8, maka Harvino bertugas menggantikannya.

Salah satu kawan Harvino di sekolah penerbangan, yang juga pernah menjadi pilot di Lion Air, mengatakan, hanya 60% pilot yang memiliki lisensi untuk menerbangkan Max 8.

Itu membuat Lion harus menukar-nukar jadwal penerbangan pilot sesuai kepemilikan lisensi menerbangkan pesawatnya.

Bagi Redhi Yudha Perdana, kakak dari almarhum Puspita, tukar-menukar pilot dengan alasan apapun menandakan ketidaksiapan Lion Air.

Ia bahkan menyamakannya dengan sopir angkot yang kerap berganti-ganti, alias sopir tembak.

"Memang sih, pilot harus punya license, cuma apa semudah itu ngerolling-rollingnya. Maksudnya jadi kaya naik mobil saja gitu kan, kaya angkot gitu kan. Jadi kaya pilot tembakkan. Apa lagi setelah kejadian ini, jadi beruntut berkali-kali, yang nabrak tiang lah, yang kembali ke bandara lah," papar Redhi menutirkan kekecewaannya saat ditemui di rumah duka di bilangan Bali View, Pisangan, Ciputat Timur, Tangerang Selatan (Tangsel), Selasa Malam (20/11/2018).

Anies Baswedan Restui Reuni 212 Digelar di Monas

Tiket Ludes Diborong, Dufan Ancol Tak Dibuka untuk Umum Pada 25 November

Redhi yang harus kehilangan adiknya pada kecelakaan pesawat itu, mengetahui kompleksitas pelayanan penerbangan.

Namun baginya keselamatan para pengguna jasa penerbangan harus tetap diutamakan.

Halaman
12
Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved