Pajak Kendaraan Belum Lunas, 47 Kendaraan Terjaring Razia di Jakarta Utara

Suku Badan Pajak dan Retribusi Daerah Jakarta Utara gelar razia pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB)

TribunJakarta/Gerald Leonardo Agustino
Razia gabungan pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) digelar di Jalan Pantai Indah Utara, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (21/11/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, PENJARINGAN - Suku Badan Pajak dan Retribusi Daerah Jakarta Utara dan Kabupaten Kepulauan Seribu menggelar razia pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) di Jalan Pantai Indah Utara, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (21/11/2018).

Hasilnya, petugas mendapati sebanyak 47 kendaraan pajaknya belum lunas.

Kepala Unit PKB dan BBNKB Suban Pajak dan Retribusi Daerah Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu Robert L. Tobing merincikan, dari jumlah tersebut sebanyak 17 motor dan 30 mobil terjaring dalam razia ini.

Adapun razia digelar berdasarkan SK Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta Nomor 2315 Tahun 2018 dengan penetapan penghapusan sanksi administrasi PBB, PKB dan BBNKB.

"Hasil razia itu totalnya 17 kendaraan bermotor roda dua dan 30 kendaraan bermotor roda empat. Total penerimaan, Rp 171.625.600," kata Robert dalam pesan singkatnya kepada wartawan.

Mereka yang terjaring razia adalah pengendara yang belum melunasi PKB maupun BBNKB.

Robert mengatakan ada empat pengendara motor yang langsung membayar pajaknya di tempat. Dia juga menyebut ada 10 pengendara mobil yang juga membayar pajak langsung di gerai Samsat Keliling di lokasi.

Dua Jam Razia Pajak Kendaraan, Petugas Dapatkan Rp 34 Juta dari 9 Pengendara

Pelaku yang Kabur dari Razia Satlantas Polresta Depok Bawa Ganja 500 Gram

Menolak Dirazia, PMKS Nyaris Tusuk Petugas Satpol PP

"Dari total yang langsung membayar kami menerima Rp 63.227.400," ujar Robert.

Sementara itu, 13 pengendara motor dan 20 pengendara mobil memilih untuk mengambil surat pernyataan.

Surat pernyataan itu berisi perjanjian bahwa pengendara harus melunasi pajak mereka dalam waktu dua minggu. Pelunasan bisa via transfer maupun pembayaran langsung ke Samsat Jakarta Utara.

"Totalnya kalau pengendara motor yang belum bayar itu Rp 2. 079.900, sedangkan pengendara mobil itu Rp 106.318.300," pungkasnya.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved