Breaking News:

Mayat Dalam Lemari

Pelaku Kesal Soal Janji Rp 1,2 Juta, Pukul Kepala Ciktuti Iin Puspita Gunakan Martil

Pembunuhan wanita pemandu karaoke yang terjadi di Jakarta yang mayatnya ditemukan di Lemari Pakaian ditengarai janji Rp 1,2 juta

Editor: ade mayasanto
TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Kos Iin di bilangan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan pada Selasa (20/11/2018). 

TRIBUNJAKARTA, BANGKO -- Pembunuhan wanita pemandu karaoke yang terjadi di Jakarta yang mayatnya ditemukan di Lemari Pakaian bukan hanya ditenggarai oleh uang cash saja. Namun ada persoalan lain.

Informasi yang dihimpun, Yustian pelaku pembunuhan yang berhasil diamankan oleh Sat Reskrim Polres Merangin saat hendak lari ke Padang Sumatera itu kesal lantaran pacarnya dicokokin obat terlarang jenis pil ekstasi oleh korban. Peristiwa itu terjadi malam Minggu sebelum pembunuhan terjadi.

Kapolres Merangin AKBP I Kade Utama Wijaya mengatakan, rencana kedua pelaku akan diserahkan hari ini kepada Polda Metro Jaya.

“Kami hanya membantu menangkap pelaku. Kebetulan mereka melintas di Merangin," kata Kapolres.

Untuk diketahui, warga Jalan Mampangprapatan VIII Gang Senang Kompleks Bapenas RT 03 RW 01, Tegal Parang, Mampang Prapatan, Selasa (20/11/2018) gempar dengan penemuan mayat perempuan yang disimpan di lemari disebuah kos-kosan. Dia adalah Ciktuti Iin Puspita (22).

Tak lama kemudian, polisi berhasil mendeteksi siapa pelakunya. Informasi terakhir, pelaku merupakan teman dekat korban yang telah melarikan diri ke Sumatera. 

Rekan Wanita yang Tewas Didalam Lemari Sebut Korban Dikenal Ceplas-ceplos Saat Berbicara

Dua Pembunuh Wanita di Dalam Lemari Dicokok di Jambi, Korban Pemandu Karaoke

Benar saja, ketika pelaku melintas di wilayah Hukum Polres Merangin, Bus yang ditumpangi pelaku tiba-tiba dihentikan oleh petugas. Setelah dicek, ternyata benar, didalam bus tersebut ada dua orang pelaku pembangunan yang terjadi di Jakarta. 

Keduanya adalah Nissa Regina (17) dan Yustian (24) yang merupakan pasangan kekasih yang tinggal di Jakarta.

Informasi yang dihimpun, pembunuhan itu dilakukan keduanya karena kesal dengan korban, sebab korban telah menipu pelaku.

Kepada petugas Yustian mengatakan, pada malam kejadian, Senin (19/11), korban pulang ke kosannya sembari marah-marah  dan bertengkar hebat dengan sang pacarnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved