Petugas Sering Dapati Pengendara Mobil Mewah Tak Taat Pajak di Kelapa Gading

Menurut Robert, pihaknya beberapa kali mendapati mendapati pengendara mobil mewah seperti Ferrari, Porsche, atau Lamborghini.

Petugas Sering Dapati Pengendara Mobil Mewah Tak Taat Pajak di Kelapa Gading
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Kepala Unit PKB dan BBNKB Suban Pajak dan Retribusi Daerah Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Robert L. Tobing saat melayani pengendara yang mengurus PKB, Rabu (21/11/2018), di Penjaringan, Jakarta Utara. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, PENJARINGAN - Kepala Unit Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) Suban Pajak dan Retribusi Daerah Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Robert L. Tobing mengatakan pihaknya sering mendapati pengendara mobil mewah yang tak taat pajak di Kelapa Gading dan Penjaringan.

Adapun pada hari ini, Suban Pajak dan Retribusi Daerah Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu menggelar razia PKB dan BBNKB di Jalan Pantai Indah Utara, Penjaringan, Jakarta Utara.

Razia digelar berdasarkan SK Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta Nomor 2315 Tahun 2018 tentang penghapusan sanksi administrasi PBB, PKB dan BBNKB.

Robert menuturkan setelah tiga kali melakukan razia di wilayah Penjaringan, sering didapati pengendara mobil mewah yang terlambat membayar pajak.

"Berdasarkan pengalaman ini kita razia di Penjaringan ini sudah yang keempat. Jadi sebelumnya dua dulu di Buddha Suci, dua di sini. Dua-duanya hasilnya bagus, jadi banyak kendaraan mewah di sini," kata Robert, Rabu (21/11/2018).

Menurut Robert, pihaknya beberapa kali mendapati mendapati pengendara mobil mewah seperti Ferrari, Porsche, atau Lamborghini.

"Tapi yang pernah ketangkap Porsche sama Ferrari," kata Robert.

Robert mengatakan, biasanya akhir pekan menjadi waktu paling pas untuk merazia pengendara mobil mewah.

Misteri Penyiram Air Keras ke Wajah Kadiv Pemasyarakatan Kalsel, Temuan Gelas Jadi Bukti Awal

300 Kader Parpol Ikuti Sosialisasi Pemahaman Undang-undang Bidang Politik

"Biasanya mereka bergerak di hari Sabtu, makanya kita kalo di Buddha Suci itu razianya hari Sabtu karena dia kan banyak yang keluar. Kita Sabtu ini juga akan keluar lagi tapi di Kelapa Gading. Karena kita lihat juga lokasi beberapa mobil mewah yang belum bayar," jelasnya.

Robert mengatakan banyak pengendara mobil mewah yang telat bayar pajak karena biayanya terlalu tinggi.

Namun, hal itu dianggap Robert sebagai suatu keganjilan. Sebab, seharusnya pengendara mobil mewah sudah bisa memperhitungkan pajak yang harus dibayarkan ketika mereka membelinya.

"Jadi kan penetapan tarif progresif di Jakarta memang cukup tinggi. Karena pajak itu kan memang tidak hanya menyangkut penerimaan saja. Kita kan mau mengurangi (jumlah) kendaraan. Artinya, ketika dia punya kendaraan mewah berapa gitu harusnya bayar. Kenapa dia mampu beli tapi nggak mau bayar pajak. Kalau sekarang ini alasan mereka tuh progresifnya tinggi. Itulah resikonya mobil mewah," papar Robert.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved