Satu Keluarga Tewas

Serapah Keluarga Sambut Kehadiran Haris Simamora: Dia Enggak Punya Nurani

Kerabat keluarga Diperum Nainggolan dan Maya Ambarita paling depan menunggu kedatangan Haris Simamora ke lokasi ia membunuh satu keluarga.

Serapah Keluarga Sambut Kehadiran Haris Simamora: Dia Enggak Punya Nurani
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Kerabat Diperum Nainggolan menunggu kedatangan Haris Simamora yang akan dihadirkan dalam rekonstruksi pembunuhan di rumah korban di Jalan Bojong Nangka 2, RT02, RW07, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Rabu (21/11/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI - Kerabat keluarga Diperum Nainggolan dan Maya Ambarita paling depan menunggu kedatangan Haris Simamora ke lokasi ia membunuh satu keluarga. 

Haris Simamora membunuh suami istri Diperum dan Maya saat tertidur di ruang televisi rumahnya di Jalan Bojong Nangka 2, RT 02/RW 07, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Senin (12/11/2018) malam.

Setelah menghabisi keduanya, Haris SImamora turut membekap kedua anak korban hingga tak bisa bernapas dan tewas.

Penyidik Polda Metro Jaya rencananya membawa Haris kembali ke tempat kejadian perkara untuk mengikuti rekonstruksi pembunuhan keluarga Diperum pada Rabu (21/11/2018).

Garis polisi sekitar 10 meter terbentang dari rumah korban untuk menahan warga mendekat. Satu di keramaian warga, ada Intan Sitanggang, kerabat keluarga Diperum. 

"Kita ingin tersangka Haris dihukum mati, siksa dulu sebelum dihulum mati, canut dulu giginya," ujar Intan Sitanggang.

Kerabat sangat tersakiti atas kejadian yang menimpa keluarga Diperum Nainggolan

"Anak kami Si Sarah dan Arya, ya Tuhan mereka itu anak tidak berdosa, mereka enggak tahu apa-apa berani banget dia bunuh anak tidak berdosa, mereka mau natalan itu, sedih banget," jelas dia.

Ucapan kerabat lain tak kalah pedas dari Intan. Ia menyamakan Haris dengan binatang. Pihak keluarga menilai perilaku Haris secara tidak langsung mencoreng nama baik keluarga besar.

"Kita cuma mau lihat mukanya Pak Polisi, kita enggak akan apa-apakan. Kita cuma mau lihat orang yang enggak punya hati nurani seperti binatang yang tega bunuh sodaranya sendiri," jelas dia.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved