Breaking News:

Sepakat Hubungan Badan Dua Kali, Mahasiswi Ini Kritis Ditikam Teman Kencan

Mahasiswi berinisial RAA bernasib tragis. Ia dilarikan ke rumah sakit seusai ditikam teman kencannya, Afandi sebanyak tujuh kali.

Editor: ade mayasanto
DOK POLSEK PANAKKUKANG
Riska Ananda Amelia (23) terbaring di RS setelah ditikam 7 kali oleh pelanggannya 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Mahasiswi berinisial RAA bernasib tragis.

Ia dilarikan ke rumah sakit seusai ditikam teman kencannya, Afandi sebanyak tujuh kali.

Aksi Afandi, pria berusia 19 tahun ini terjadi di sebuah kamar hotel di Jalan Pengayom, Kota Makassar, Selasa (20/11/2018) lalu.

RAA ditemukan karyawan hotel dalam kondisi tersungkur bersimbah darah di lantai dengan luka tikaman tersebut.

Tak butuh waktu lama, terduga pelaku penganiayaan seorang wanita muda di Hotel Asia, Jl Pengayoman, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Selasa sore kemarin, berhasil dibekuk polisi.

Tim gabungan Unit Resmob Polsek Panakkukang bersama Jatanras Polrestabes Makassar, yang dibackup Tim Khusus Polda Sulsel, berhasil membekuk pria yang diduga sebagai pelaku, Afandi (19), Rabu (21/11/2018) sekitar pukul 01.00 Wita dini hari tadi.

Pria yang berprofesi sebagai tukang becak motor (bemor) itu, dibekuk di rumahnya, Jl Sungai Walanae No 25, Kecamatan Makassar, Kota Makassar.

Afandi dibekuk polisi, gegara diduga telah melakukan penganiayaan dan penikaman, terhadap wanita muda bernama RAA (23), di kamar 222, Hotel Asia Makassar.

RAA ditemukan bersimbah darah, usai mengalami delapan luka tusuk di bagian punggung.

Riska pun terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Grestelina, Jl Hertasning, Kota Makassar, untuk mendapatkan perawatan medis.

"Terduga pelaku sudah kami amankan sekitar pukul 01.00 Wita dini hari tadi, dan saat ini terduga pelaku beserta barang buktinya telah berada di Mapolsek Panakkukang untuk proses hukum lebih lanjut," kata Kapolsek Panakkukang, Kompol Ananda Fauzi Harahap, saat dikonfirmasi tribuntimur.com.

Saat polisi melakukan pengembangan, Afandi diketahui berusaha kabur.

Akibatnya, betis sebelah kanannya dihadiahi timah panas oleh polisi.

Selain mengamankan Afandi, polisi juga menyita barang bukti berupa ponsel, handuk, kondom merek sutra, badik, dan pakaian yang diduga dikenakan terduga pelaku melancarkan aksinya.

Saat diinterogasi polisi, Afandi mengakui perbuatannya.

Ia mengaku kecewa terhadap wanita yang dikenalnya melalui Facebook itu, gegara menolak berhubungan badan untuk kedua kalinya.

Pacari Janda Kaya Raya Muzdalifah, Pakar Ekspresi Ungkap Perasaan Fadel Islami Sebenarnya

Hasil Autopsi Tidak Ditemukan Tanda Bekas Kekerasan pada Jenazah Wanita yang Tewas di Bogor

Padahal, kata Afandi, mereka telah sepakat melakukan hubungan badan sebanyak dua kali, dengan tarif Rp 400 ribu.

Kecewa hanya dilayani sekali, Afandi pun hanya membayar Rp 150 ribu.

RAA diduga tak terima dan memaki Afandi, gegara hanya dibayar Rp 150 ribu.

Tak terima terus dimaki, Afandi pun mencabut badik yang memang dibawanya dan menikam Riska sebanyak delapan kali di bagian punggung, hingga bersimbah darah di kamar 222.

RAA diketahui memang menempati kamar tersebut, sejak sebulan terakhir.

Sekadar diketahui, dugaan penganiayaan terhadap korban pertama kali diketahui oleh karyawan hotel bernama Febrianto Siswa Usman.

Warga Jl Mappaoddang itu mulanya mendengar teriakan minta tolong dari Lantai 2 hotel.

Ia pun segera ke lantai 2 hotel, tepatnya di kamar 222, yang diketahui menjadi tempat menginap korban sejak sebulan terakhir.

Febrianto Siswa Usman menemukan korban bersimbah darah dengan luka tikaman di punggung.

Bukan hanya menemukan korban yang bersimbah darah, Febrianto juga melihat terduga pelaku yang mengenakan kemeja kotak-kotak berwarna biru putih. Namun, pria berinisial AL itu berhasil melarikan diri.

Polisi Periksa Rekan Kerja Baiq Nuril Usut Kasus Pelecehan Seksual, Begini Respon Mantan Bosnya

KSAD Andika Perkasa Dapat Pesan dari Seniornya

Personel Polsek Panakkukang telah mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) melakukan penyelidikan, sambil memasang police line atau garis polisi.

Mahasiswi Yogyakarta Asal Blora Diperkosa Sopir Travel

Sementara itu, seorang mahasiswa asal Blora, Jawa Tengah (Jateng), berinisial W (22) bersama ibunya mendatangi Mapolda DIY.

Kedatangan W ini untuk melapor karena telah diancam dan dipaksa berhubungan badan oleh seorang sopir travel saat melakukan perjalanan menuju Yogyakarta.

Pengacara korban yang turut mendampingi saat melapor ke Polda DIY, Dedi Tri Wijayanto menyampaikan peristiwa yang dialami kliennya terjadi pada Senin 15 Oktober 2018.

"Kejadiannya seminggu lalu, saat korban dari Blora ke Yogyakarta ," ujar Dedy Triwijayanto SH di Mapolda DIY, Senin (22/10/2018)

Dedy menjelaskan awalnya korban berangkat dari Blora menuju Yogyakarta dengan jasa travel. Korban ke Yogyakarta untuk kuliah.

"Korban ini mahasiswi salah satu perguruan tinggi Yogyakarta. Dari Blora ke Yogyakarta untuk kuliah," ucapnya.

Menurutnya dari cerita korban, saat berangkat dari Blora, Jawa Tengah didalam mobil bersama Tiga orang penumpang lainya.

Namun dari Solo menuju Yogyakarta, korban hanya tinggal bersama dengan sopir travel.

"Tiga orang penumpang turun di Solo, sehingga tinggal korban bersama dengan sopir travel. Posisi korban duduk di depan, di sebelah sopir," ucapnya.

Sesampainya di Yogyakarta, lanjutnya, sopir travel tidak langsung mengantarkan korban ke alamat kosnya.

Sopir travel justru membawa korban ke Kaliurang, Sleman untuk mengantarkan barang.

"Harusnya mengantarkan korban dulu, lebih dekat, tapi malah menuju ke Kaliurang, alasannya mau mengantarkan barang," bebernya.

Usai mengantarkan barang, mobil berhenti di area persawahan yang sepi.

Sopir lalu mengancam dan memaksa korban berhubungan badan.

Di dalam mobil tersebut korban melakukan aksinya.

Korban sempat berontak dan melakukan perlawanan.

"Kejadiannya sekitar jam 23.00 Wib, dilokasi daerah persawahan, gelap dan sepi. Sopir memaksa, mengancam, korban sempat melakukan perlawanan," urainya.

Disampaikanya setelah kejadian, korban diantarkan ke kosnya.

Korban juga sempat diancam supaya tidak melaporkan kejadian tersebut.

"Korban dan sopir travel tidak saling kenal, baru pertama kali itu bertemu, korban sampai saat ini masih trauma. Ini tadi kita bawa bukti hasil pemeriksaan dokter," pungkasnya sebagaimana dikutip dari Kompas.com.

Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul BREAKING NEWS: Hanya Sekali 'Dilayani' Penyebab Tukang Bentor Tikam Teman Kencannya di Hotel Asia
Penulis: Amiruddin

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved