Breaking News:

Uang Rp 1,8 Juta Jadi Pemicu Pelaku Tega Habisi Pemandu Lagu dan Mayatnya Disimpan di Lemari

Sepasang kekasih YAP dan NR mengaku tega membunuh Ciktuti Iin Puspita karena dipicu permasalahan uang.

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Y Gustaman
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Dua pelaku pembunuh Iin, Y (24) dan R (17) tiba dari Jambi pada Kamis (22/11/2018) di Bandara Soekarno-Hatta, sekira pukul 11.41 WIB di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (22/11/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Sepasang kekasih YAP dan NR mengaku tega membunuh Ciktuti Iin Puspita karena dipicu permasalahan uang.

Setelah membunuh, kedua pelaku menyimpan jasad korban di dalam lemari kamarnya.

Pelaku NR dan korban rekan satu kerja sebagai pemandu lagu di sebuah tempat hiburan malam.

Seorang pelanggan yang belum diketahui identitasnya menitipkan uang Rp 1,8 juta untuk NR melalui korban.

Belakangan, korban hanya memberikan uang Rp 500 ribu kepada pelaku NR.

"Ketika uang dikasih oleh korban hanya sebesar Rp 500 ribu, sementara pelaku mengetahui nominal uang yang dititipkan sebesar Rp 1,8 juta," ucap Kapolres Metro Jakarta Selatan di Polres Metro Jakarta Selatan, Kebayoran Baru, Kamis (22/11/2018).

Menurut keterangan pelaku, sisa uang tersebut sudah digunakan oleh korban untuk kepentingan pribadinya.

Indra menuturkan pihaknya tengah mendalami kapan uang tersebut diberikan oleh korban pada pelaku.

"Saat ini semua sedang kami dalami, termasuk kapan korban memberikan uang tersebut pada pelaku," papar Indra.

Polisi akan mencari dan memeriksa pelanggan yang menitipkan uang Rp 1,8 juta kepada pelaku melalui korban.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved