Dua Tim Mahasiswa UMN Juarai Lomba Film Animasi di Jepang
Dua tim mahasiswa UMN membawa penghargaan DigiCon6 Japan Awards 2018 yang berlangsung pada 15 sampai 17 November di Tokyo, Jepang.
Penulis: Ega Alfreda | Editor: Y Gustaman
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda
TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Dua tim mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara membawa penghargaan DigiCon6 Japan Awards 2018 yang berlangsung pada 15 sampai 17 November di Tokyo, Jepang.
Dua tim mahasiswa UMN itu sebelumnya memenangkan penghargaan DigiCon6 Asia Awards Tingkat Regional Indonesia Jakarta pada Sabtu (20/10/2018).
Film animasi berjudul Keluarga Satu Setengah karya Michaela Clarissa Levi, Robert Sunny dan Raffael Arkapraba Gumelar mendapatkan penghargaan Silver Innovative Art.
Sedangkan film animasi Life of Death karya Jason Kiantoro dan Bryan Arfiandy mendapatkan penghargaan Rising Star Award.
Robert Sunny mengatakan Silver Innovative Art ini diberikan untuk mengapresiasi gaya penceritaan dan visual yang berbeda daripada yang lain.
"Film yang ikut dalam penjurian untuk ketiga Asia Silver Award adalah film-film yang memenangkan Regional Silver dari negara masing-masing, artinya Keluarga Satu Setengah masuk ke dalam penjurian bersama 23 film lainnya," kata Robert saat dihubungi di Tangerang, Jumat (23/11/2018).
Di sisi lain penghargaan yang didapat film animasi Life of Death sebenarnya tidak ada dalam daftar.
Namun, melihat nilai dan pesan film ini para juri memutuskan untuk membuat dan memberikan penghargaan baru kepada film Life of Death, yaitu Rising Star Award.
Menanggapi hal ini, Jason Kiantoro mengungkapkan ia dan Bryan merasa bangga dan senang mendapatkan Rising Star Award.
“Mereka (juri) rela menambahkan award, membawa kita ke panggung untuk menerimanya dan bahkan bilang merasa malu tidak mempersiapkan penghargaan jenis ini dari sebelumnya. Kami hanya bisa senang, hormat dan berterima kasih kepada mereka pada saat itu," ungkap Jason.
Dua tim film animasi Keluarga Satu Setengah dan Life of Death dikirimkan ke Jepang untuk dilombakan dengan film animasi dari 11 negara Asia lainnya, yaitu Kamboja, Cina, Hongkong, India, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Singapura, Taiwan, Thailand, dan Vietnam.
Selama di Jepang, mereka mengunjungi beberapa acara, seperti Interbee 2018 yang merupakah sebuah konferensi teknologi media di Jepang.
Lalu mengikuti seminar dari studi FAN Works, mengunjungi gedung Tokyo Broadcasting System, menyaksikan karya dari beberapa negara, dan makan malam bersama sembari bercengkrama dengan sesama pembuat film.
Meski telah bertanding dalam skala Internasional, langkah tim Keluarga Satu Setengah dan Life of Death tidak hanya berhenti sampai di sini saja.
Pasalnya, kedua tim itu mengaku ingin terus ikut dalam festival atau perlombaan film lainnya selama karya mereka memenuhi kriteria.