Breaking News:

Sepucuk Surat Pribadi Bung Hatta untuk Anaknya: Dari Buku Sampai Masakan Padang

Di balik sosok yang tegas Wakil Presiden ke-1 Republik Indonesia Mohammad Hatta merupakan ayah yang perhatian kepada anaknya.

Penulis: Suci Febriastuti | Editor: Y Gustaman
TribunJakarta.com/Suci Febriastuti
Surat pribadi Mohammad Hatta di ruang Pameran "Surat Pendiri Bangsa" di Museum Nasional Indonesia, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (22/11/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Suci Febriastuti

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Di balik sosok yang tegas Wakil Presiden ke-1 Republik Indonesia Mohammad Hatta merupakan ayah yang perhatian kepada anaknya.

Dalam dua surat yang Hatta kirimkan ke anak keduanya, Gemala Rabi'ah Hatta, setiap kalimat yang ia tulis terasa begitu lembut dan hangat.

Surat pertama ditulis Hatta pada 24 Juni 1974 untuk Gemala yang tengah menempuh pendidikan di School of Medical Record Administration (MRA) Sydney, Australia.

Di awal surat ini, Hatta mengucapkan terima kasih kepada Gemala yang telah memilihkan buku untuknya.

Buku tersebut dititipkan kepada kakaknya, Meutia Hatta, yang telah menjenguknya bersama Sri Edi Swasono, kakak ipar.

"Tadi malam Meutia dan Eddie datang ke rumah mengatakan bahwa ia dari lapangan terbang langsung ke rumah dan untuk Ayah dibawakannya buku Alan Scholefield: The Eagles of Malice. Menurut berita di kulitnya buku ini baik sekali, yang kisahnya berlaku terjadi di Afrika. Ayah mengucapkan terima kasih banyak atas pilihan Gemala yang bagus ini. Berapa hari lagi ayah akan mulai membacanya. Sekarang ayah masih sibuk dengan urusan lain," tulis Hatta.

Dalam surat tersebut, Hatta menanyakan keadaan Gemala yang berada jauh di Australia.

Ia pun mendapat kabar kota yang dulu ia penah kunjungi mengalami peningkatan penduduk yang pesat.

"Bagaimana keadaan Gemala sekarang, hingga mana studi Gemala yang pokok sudah dilaksanakan? Eddie ceritakan kepada kami di sini bahwa dia dan Gemala pulang pergi ke Canberra. Menurut Eddie Canberra sekarang sudah menjadi kota besar, penduduknya beberapa ratus ribu orang. Duapuluh tahun yang lalu Canberra masih satu kota kecil, penduduknya kira-kira 30 a 40 ribu orang," ujar Hatta.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved