Sepanjang Tahun 2018, BPOM Telah Ungkap Kosmetik Palsu Senilai Rp 112 Miliar

Maraknya kosmetik ilegal di pasaran menjadi perhatian khusus bagi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra
Pimpinan BPOM bersama instansi terkait saat kampanye cerdas memilih kosmetik aman dan bermutu di Pasar Asemka, Tambora, Jakarta Barat, Sabtu (24/11/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, TAMBORA - Maraknya kosmetik ilegal di pasaran menjadi perhatian khusus bagi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik BPOM, Mayagustina Andarini mengatakan pihaknya terus melakukan penindakan terhadap para pembuat maupun penjual kosmetik ilegal.

‎Untuk tahun 2018, ia menyebut jumlah kosmetik ilegal yang telah diungkap pihaknya senilai Rp 112 miliar.

"Untuk tahun ini kami sudah mendapatkan Rp 112 miliar untuk jumlah kosmetik yang ilegal. Ilegal itu tidak terdaftar atau palsu, jadi beragam modusnya," kata Maya saat kampanye cerdas memilih kosmetik aman dan bermutu di Pasar Asemka, Tambora, Jakarta Barat, Sabtu (24/11/2018).

Maya menjabarkan lokasi yang banyak di‎temukan pembuatan kosmetik ilegal tersebar di wilayah Jakarta, Tangerang dan Jawa Barat.

Adapun produk yang paling banyak dipalsukan yakni krim wajah.

"‎Lokasinya itu di seluruh Indonesia‎, namun yang dominan ada di Pulau Jawa, terutama di daerah Tangerang, Banten, DKI Jakarta dan jawa barat," ujarnya.

BPOM Gelar Kampanye Ajak Masyarakat Gunakan Kosmetik Aman

Dijual Secara Online, Ratusan Item Obat Ilegal Senilai Rp 17,4 Miliar Diamankan BPOM

Maya menambahkan untuk memberantas peredaran kosmetik palsu, BPOM rutin melakukan pengawasan, termasuk melalui media sosial.

"Kita juga punya deputi penindakan, mereka lakukan patroli cyber, kalau ada produk tidak terdaftar atau berbahaya, kita akan tindak lebih lanjut. Untuk di website kita sudah kerjasama dengan Kominfo untuk blokir‎," ujarnya.

Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved