Breaking News:

Beroperasi Dua Tahun, Jaringan Narkoba HT Dikirim Secara Estafet ke Pulau Jawa

Indra mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan, jaringan ini telah 11 kali mengirimkan narkoba asal Taiwan yang masuk melalui Sumatera menuju Jawa

TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra
?Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat mengungkap penyelundupan narkoba di pelabuhan rakyat di Kecamatan Bojonegara, Cilegon, Banten. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PALMERAH - Jaringan narkoba internasional yang dikendalikan HT telah b‎eroperasi selama dua tahun.

Dalam kurun waktu itu, jaringan ini memang kerap menyelundupkan narkoba melalui pelabuhan tikus yang tidak ada pengawasan.

"‎Sudah sekitar dua tahun, dan memang melalui pelabuhan rakyat seperti yang di Cilegon ini," kata Kanit I Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat AKP Indra Maulana di Mapolres Metro Jakarta Barat, Senin (26/11/2018).

Indra mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan, jaringan ini telah 11 kali mengirimkan narkoba asal Taiwan yang masuk melalui Sumatera menuju Jawa.

"Jaringan ini sudah mengirim sebanyak 11 kali dari Pulau Sumatera ke Jawa. Dalam sekali mengirim, biasanya jumlahnya bisa mencapai ratusan kilogram,” katanya.

‎Indra menjelaskan ‎modus pengiriman barang haram tersebut dilakukan secara estafet.

Dalam kasus ini, narkoba tersebut dibawa menggunakan mobil dari Batam menuju Lampung yang dikendarai tersangka HA.

Setelah itu, barulah narkoba berisi 40 kilogram sabu dan 20 ribu ekstasi itu dimasukan kedalam dua karung besar dan dibawa menggunakan kapal nelayan dari Pelabuhan Ketapang, Lampung menuju pelabuhan rakyat di Kecamatan Bojonegara, Cilegon, Banten.

‎"Setelah tiba di Jakarta, barang baru didrop. Kemudian setelah itu baru disebar lagi ke daerah lain termasuk ke Bogor dan Surabaya,” ujar Indra.

Steffy Burase dan Raja Preman Jadi Perantara, Irwandi Yusuf Didakwa Terima Gratifikasi Rp 8,7 Miliar

Bikin Gerakan Positif di Banten, Pendukung Milenial Jokowi Gelar Kompetisi Mobile Legends

Terbongkarnya kasus ini merupakan hasil pengembangan dari tersangka ‎DW (38) yang ditangkap pada September lalu di kawasan Jakarta Barat dengan barang bukti empat kilogram sabu.

Polisi pun telah menetapkan ‎‎HA (41), APP (30) dan PR (34) selaku kurir dan LS (36) selaku kapten kapal sebagai tersangka dalam kasus ini.

Saat ini polisi tengah memburu bandar besar dalam jaringan ini berinisial HT dan IYL selaku kurir.

Rencananya, narkoba itu akan diedarkan ke sejumlah kota di Pulau Jawa pada malam pergantian tahun.

Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved