Breaking News:

Ingin Siswa Berakhlak Baik, Pemkot Jakbar Gandeng Guru Ngaji dalam Program JBM

JBM merupakan program belajar pada malam hari mulai pukul 18.00 - 21.00 WIB yang tengah digencarkan oleh Pemkot Jakarta Barat

TribunJakarta.com/Novian Ardiansyah
Wakil Wali Kota Jakarta Barat, Muhammad Zen (tengah). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Novian Ardiansyah

TRIBUNJAKARTA.COM, KEMBANGAN - Pemerintah Kota Jakarta Barat ingin turut serta menggandeng para guru ngaji dalam program Jam Belajar Masyarakat (JBM).

Hal itu lantaran Pemkot Jakarta Barat juga berkeinginan menciptakan dan membangun akhlak yang baik bagi para abak usia sekolah.

Diketahui, JBM merupakan program belajar pada malam hari mulai pukul 18.00 - 21.00 WIB yang tengah digencarkan oleh Pemkot Jakarta Barat.

Wakil Wali Kota Jakarta Barat, Muhammad Zen mengatakan, peran para guru ngaji maupun ustaz dan ustazah sangat diperlukan dalam mengembangkan program JBM itu sendiri.

"Iya itu kan yang kita minta karena Pak Wali ini juga kan sedang menggalakkan, menggencarkan program JBM malam hari pada magrib sampai jam sembilan malam," kata Zen di aula Masjid Assahara, Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Senin (26/11/2018).

"Oleh karena itu saya minta para pembina-pembina Al Quran baik yang ada di kelurahan, tingkat kecamatan, atau kota itu harus mengadakan sentra di mana kegiatan JBM itu ada," sambungnya.

Zen menambahkan, program JBM tidak serta merta hanya terkait pendidikan atau ilmu dan wawasan duniawi semata.

Berjualan di Badan Jalan, Satpol PP Razia PKL di Jatinegara

Unggah Foto Bersama Gading Marten, Roy Marten Sampaikan Pesan Soal Ditinggalkan

Melainkan juga perlu adanya pendidikan dan ilmu agama.

"Jadi kita mintakan para narasumbernya itu siapa saja ya, yang punya disiplin ilmu fiqih, matematika, bahasa Inggris termasuk Al Quran jngan ditinggalin. Kalau dia Islam ya kita ajarin Al Quran, kecuali yang nonmuslim kan campuran, yang muslim diajarin, jangan ketinggalan," tutur Zen.

Dengan begitu, lanjut Zen, anak usia sekolah serta masyarakat bisa mendapatkan pendidikan berupa ilmu serta pendidikan akhlak lewat agama.

"Jadi Insyaallah kita kan berupaya karena namanya pembinaan akhlak warga memang menjadi tugas dan tanggung jawab pemerintah. Tapi tidak mutlak pemerintah sendiri, warga dan keluarga juga harus berperan, semua pihak," jelas Zen.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved