Mobil Terbalik di Cipondoh

Keluarga Korban Kecelakaan Santri di Cipondoh Ingin Selesaikan Secara Kekeluargaan

Keluarga korban kecelakaan maut di Cipondoh, Kota Tangerang ingin menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.

Keluarga Korban Kecelakaan Santri di Cipondoh Ingin Selesaikan Secara Kekeluargaan
Istimewa
Pengendara mobil bak terbuka yang mengangkut belasan santri diduga dari Pondok Pesantren Miftahul Huda, Semanan, Jakarta Barat, terguling di bilangan Green Lake, Cipondoh, Tangerang, Minggu (25/11/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, CILEDUG - Keluarga korban kecelakaan maut di Cipondoh, Kota Tangerang ingin menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.

Keluarga korban kecelakaan tunggal yang merenggut tiga nyawa santri dari pondok pesantren Miftahul Huda tersebut merasa tidak ingin memperpanjang masalah tersebut.

Hal itu diucapkan langsung oleh Arief Ramdhani (37) dimana anak sulungnya Raka Al Harist (14) menjadi salah satu korban yang menerima luka cukup parah.

"Dari pihak keluarga, tidak ada tuntutan. Kita semua ini adalah keluarga dan menganggap semua yang terjadi karena kehendak Allah dan menganggap semua musibah," ujar Arief saat ditemui di Rumah Sakit Sari Asih Ciledug, Kota Tangerang, Senin (26/11/2018).

Ia menginginkan, kejadian yang memakan 20 korban luka berat dan ringan tersebut melalui cara kekeluargaaan. Sebab, sopir mobil pikap yang terguling tersebut juga merupakan santri ponpes Miftahul Huda.

"Tidak ada tuntutan sebisa mungkin kita selesaikan secara kekeluargaan karena semuanya santri di dalamnya termasuk sopirnya," sambung Arief.

Pikap Pengangkut Santri Terbalik: Sopir Terancam Pasal Berlapis dan Kesedihan Ustaz Yusuf Mansyur

Kecelakaan Mobil Pick Up Santri: Serempet Pembatas Jalan dan Melayang, 3 Meninggal, 20 Luka-luka

Tangan Retak dan Tulang Pipi Hancur, Kondisi Santri Korban Kecelakaan Kini Membaik

Raka yang merupakan anak sulung dari Arief hingga saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Sari Asih Ciledug setelah mengalami patah tulang di lengan kanan dan kiri serta retak tulang pipi.

Arief ramdhani (37) orang tua dari Raka Al Harist (14) korban dari kecelakaan tunggal di kawasan Green Lake City, Cipondoh, Kota Tangerang, Senin (26/11/2018)
Arief ramdhani (37) orang tua dari Raka Al Harist (14) korban dari kecelakaan tunggal di kawasan Green Lake City, Cipondoh, Kota Tangerang, Senin (26/11/2018) (TribunJakarta/Ega Alfreda)

Sebelumnya, terjadi kecelakaan tunggal pikap yang ditunggangi 23 santri dari Miftahul Huda menabrak pembatas jalan dan terguling di kawasan Green Lake City, Cipondoh, Kota Tangerang.

Kecelakaan yang terjadi pada Minggu (25/11/2018) tersebut memakan nyawa tiga korban santri dari Pondok Pesantren Miftahul Huda.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved