CPNS 2018

Kemenkumham Pastikan Hasil SKD CPNS 2018 Tak Hari Ini, Intip Bocoran Lokasi Pelaksanaan Tes SKB

Memastikan hasil SKD CPNS 2018 tak diumumkan hari ini, meski demikian Kemenkumham bocorkan lokasi pelaksanaan tes SKB.

TribunJakarta/Dionisius Arya Bima Suci
Sejumlah peserta CPNS BIN terlihat menununggu giliran mengikuti tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) di Kantor BKN Pusat, Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (26/10/2018) 

Melansir dari situs menpan.go.id, poin pertimbangan Peraturan Menteri PAN dan RB Nomor 61 Tahun 2018 disebutkan bahwa tingkat kesulitan soal Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS 2018 sangat tinggi ketimbang tahun lalu.

Tonton Juga:

Oleh sebab itu, jumlah peserta yang lolos SKD CPNS 2018 tidak memenuhi kebutuhan atau formasi yang telah ditetapkan instansi.

Jadi dalam sistem rangking ini, peserta yang tak lolos passing grade SKD CPNS 2018 akan dirangking berdasarkan nilai yang diperoleh.

Lantas, peserta yang memiliki nilai tertinggi meskipun tak mencapai passing grade dapat melanjutkan perjuangannya ke tahap SKB.

Sistem rangking ini diterapkan guna mengisi formasi kosong akibat sedikitnya peserta yang lolos passing grade SKD CPNS 2018.

Ngidam Berlian hingga Cilok, Kini Nikita Mirzani Pamer Segepok Uang Buat Persalinan Cucu Konglomerat

Tak Datang Bareng di Resepsi Baim Wong, Raffi Ahmad Malah Minta Nagita Slavina Cepat Pulang

Setelah itu penentuan kelulusan peserta SKD melalui sistem ranking akan disesuaikan berdasarkan jumlah yang dibutuhkan untuk tes SKB.

Jumlah yang dibutuhkan untuk SKB yakni tiga kali formasi yang dibutuhkan.

"Kita harus lihat dulu yang lulus murni harus seberapa banyak. Katakanlah ada tiga jabatan, lulus murni ada sembilan orang, ya kan udah penuh. Kan tidak diperlukan lagi," jelas Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Bima Haria Wibisana.

"Tapi misalnya dari tiga jabatan itu ada lima orang yang lulus murni, berarti dia butuh orang orang lagi," sambung dia.

"Tapi yang empat orang ini menunggu yang lima orang itu selesai dulu prosesnya," tambah dia.

Melansir Tribunnews.com, dalam Permen PAN-RB di pasal 2 disebutkan peserta SKB terdiri atas peserta SKD yang memenuhi passing grade dan peserta SKD yang tidak memenuhi passing grade namun memiiliki peringkat terbaik dari angka kumulatif SKD sesuai yang diatur dalam peraturan menteri.

Penjelasannya, peserta SKD yang tidak lolos passing grade tapi bisa ikut SKB yakni dengan ketentuan:

- Nilai kumulatif SKD formasi umum paling rendah 255.

- Nilai kumulatif SKD formasi umum untuk jabatan dokter spesialis dan instruktur penerbang paling rendah 255.

- Nilai kumulatif SKD formasi umum untuk petugas ukur, rescuer, anak buah kapal, pengamat gunung api, penjaga mercu suar, pelatih/pawang hewan dan penjaga tahanan paling rendah 255.

- Nilai kumulatif SKD formasi putra putri lulusan terbaik (cumlaude) dan diaspora paling rendah 255

- Nilai kumulatif SKD formasi penyandang disabilitas paling rendah 220.

- Nilai kumulatif SKD formasi putra/putri Papua dan Papua Barat paling rendah 220.

- Nilai kumulatif SKD formasi tenaga guru dan tegana medis/paramedis dari eks tenaga honoer K-II paling rendah 220.

Namun, ketentuan itu diberlakukan dengan dua ketentuan.

Pertama, jika tidak ada peserta yang lolos passing grade pada formasi yang dibutuhkan.

Kedua, belum terpenuhinya jumlah peserta SKD yang lolos passing grade sesuai Permenpan RB No 37 Tahun 2018.

Kendati begitu, jika ada peserta yang dalam perankingan memiliki nilai akumulatif yang sama.

Kedua peserta tersebut akan diikutsertakan dalam tes SKB CPNS 2018, namun harus bedara pada batas jumlah tiga kali alokasi formasi.

Berikut link PermenpanRB No 61/Tahun 2018 :

Link Peraturan Menteri PAN dan RB Nomor 61 Tahun 2018

Penulis: Kurniawati Hasjanah
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved