Warga Depok Sebut Penataan Sempadan Situ Pedongkelan Buruk

Tekstur lumpur yang lembek dipertanyakan warga karena dapat membahayakan warga yang melintas di tepi Situ Pedongkelan.

Warga Depok Sebut Penataan Sempadan Situ Pedongkelan Buruk
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Kondisi bagian tepi Situ Pedongkelan yang akan dijadikan lintasan jogging track, Senin (26/11/2018). 

Tak adanya penjelasan dari konsultan, kontraktor, dan Dinas PUPR yang terlibat dalam penentuan konsultan dan kontraktor kian menimbulkan kecemasan warga.

Tak sampai di situ, Ketua RT 05 Lastini Wagino menyebut pemasangan puffing block di pinggir lintasan jogging track yang seharusnya menggunakan gerinda agar rapih justru menggunakan kapak.

Hasilnya, lintasan jogging track menggunakan puffing block berwarna merah itu tak rapih bila dicermati, sekalipun oleh warga yang tak mengerti prosedur pengerjaan proyek.

"Puffing block di bagian pinggir itu kan harusnya dipotong pakai gerinda biar rapih, tapi ini dipotong pakai kapak. Kata pekerjanya sih mereka punya alatnya, tapi ditaruh di bedeng dan malah enggak dipakai," ucap Lastini.

Bambang Tamtomo (66), satu warga RT 06 yang rumahnya dikepung lumpur dan sampah berbau tak sedap menilai buruknya pengerjaan proyek normalisasi dan penataan sempadan membuat kinerja Pemkot Depok dipertanyakan.

Meski menggunakan Bangub DKI, lelang konsultan dan kontraktor dilakukan Bagian Layanan Pengadaan (BLP) Kota Depok sebagai penerima dana, bukan Pemprov DKI Jakarta.

"Masa pengerjaan sempadan seperti itu, apa enggak salah konsultan dan kontraktornya. Biarpun dana Bangub DKI, tapi kan lelangnya di Depok. Artinya Pemkot Depok enggak hanya tanggung jawab ke warga, tapi juga ke Pemprov DKI Jakarta," tutur Bambang.

Tergiur Upah Ratusan Juta, Daud Nekat Jadi Kurir Sabu

RUU Penghapusan Pajak Motor: Janji PKS, Dipertanyakan Fahri Hamzah Hingga Dinilai Janji Kosong

Perihal lumpur dan sampah yang mengepung rumahnya, Bambang menyebut pengerjaan proyek sudah salah sejak awal karena tak ada dump truck yang mengangkut hasil pengerukan.

Masih terkait normalisasi, Bambang menjelaskan lumpur yang dibuang depan rumah warga acapkali terciprat ke dinding, padahal menurut pernyataan Darwis tak ada warga yang menerima uang ganti rugi kerugian dan bau yang dirasakan.

Dia berani mengatakan pengerjaan normalisasi Situ Pedongkelan tak beres sejak awal karena merupakan pensiunan Kementerian PUPR pusat Direktorat Jenderal Bina Marga.

Halaman
123
Penulis: Bima Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved