Kadis PUPR Depok Minta Maaf ke Warga Soal Revitalisasi Situ Pedongkelan

Kadis PUPR Kota Depok Manto Djorghi meminta maaf kepada warga warga Kelurahan Tugu yang terdampak proyek revitalisasi Situ Pedongkelan.

Penulis: Bima Putra | Editor: Mohamad Afkar Sarvika
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Kadis PUPR Depok Manto Djorghi saat membicarakan masalah revitalisasi Situ Pedongkelan, Selasa (27/11/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIMANGGIS - Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok Manto Djorghi meminta maaf kepada warga warga Kelurahan Tugu yang terdampak proyek revitalisasi Situ Pedongkelan.

Manto mengakui seharusnya ada sosialisasi kepada warga yang bermukim dekat Situ Pedongkelan sebelum proyek senilai Rp 6 miliar itu dikerjakan.

"Kami mohon maaf karena pas pengerjaan proyek ini kurang sosialisasi kepada warga sekitar. Ini akan jadi bahan evaluasi kami pada pengerjaan proyek-proyek di tahun mendatang," kata Manto di Situ Pedongkelan, Selasa (27/11/2018).

Dia beralasan ada 1.915 paket proyek yang kini digarap oleh Dinas PUPR Depok, banyaknya proyek disebut Manto sebagai alasan tak mungkin dilakukan sosialisasi kepada warga di setiap proyek.

Dia mengira pihak konsultan dan kontraktor telah melakukan sosialisasi, perkiraannya didasari informasi yang diterima dari grup WhatsApp proyek revitalisasi Situ Pedongkelan.

Melihat foto adanya kegiatan syukuran yang dilakukan sebelum pengerjaan proyek, dia berpikir perangkat warga telah diundang dan mendapat sosialisasi.

"Kita ada grup untuk proyek WhatsApp untuk proyek, waktu di grup saya lihat ada selametan sebelum pengerjaan proyek. Atas ketidaknyamanan ini saya mohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan warga," ujarnya.

Komentar Body Shaming Bisa Dihukum, Prilly Latuconsina Siap Bantu Warganet yang Ingin Dipenjara

Kadis PUPR Depok Temui Warga yang Keluhkan Proses Revitalisasi Situ Pedongkelan

Manto menyampaikan permintaan maaf usai Sekretaris Pokdarwis Situ Pedongkelan, Habib mengeluhkan ketiadaan sosialisasi proyek revitalisasi yang seluruhnya didanai bantuan Gubernur Provinsi DKI Jakarta.

Habib mengatakan ketiadaan sosialisasi membuat Pokdarwis, perangkat RW 05, RT 05, RT 06, dan Juru Situ Pedongkelan kelabakan menjawab pertanyaan warga.

"Kami semua ditanya warga bagaimana pengerjaan proyek revitalisasi Situ Pedongkelan. Nah kami bingung mau jawab apa, orang Pokdarwis, Ketua RW, RT enggak dikasih tahu ada pengerjaan proyek. Apa yang mau kami kasih tahu ke warga," tutur Habib.

Ketiadaan sosialisasi juga dikeluhkan Ketua RT 05 Lastini Wagino, dikatakannya satu hari sebelum pengerjaan proyek dimulai satu warganya mengabari ada sejumlah pekerja yang ingin mengontrak.

Mendapat kabar dari warganya, Lastini kaget dan berkoordinasi dengan Ketua RW 05 Sofinal Darwis dengan anggapan telah ada koordinasi antara kontraktor dengan pihak RW 05.

"Enggak ada sosialisasi ke kami pak. Satu hari sebelum pengerjaan proyek saya ditelpon warga, katanya ada pekerja proyek yang mau ngontrak. Karena saya enggak tahu, saya tanya pak RW. Saya kira kontraktor sudah koordinasi dengan RW, tapi ternyata enggak," ucap Lastini.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved