Mobil Terbalik di Cipondoh

Lihat Saudara Kembar Penuh Darah di Reremputan, Rahmat Pun Tak Sadarkan Diri

Rahmat (15) menceritakan detik-detik sebelum pikap yang ditumpangi 23 santri itu terguling di Greenlake, Cipondoh, Tangerang.

Lihat Saudara Kembar Penuh Darah di Reremputan, Rahmat Pun Tak Sadarkan Diri
TribunJakarta/Dwi Putra Kesuma
Lokasi kejadian 20 santri terlibat kecelakaan usai mobil pick up yang ditumpanginya terbalik di dekat Flyover Green Lake City, Cipondoh, Kota Tangerang, Banten, Minggu (25/11/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, CILEDUG - Rahmat (15) menceritakan detik-detik sebelum pikap yang ditumpangi 23 santri itu terguling di Greenlake, Cipondoh, Tangerang.

Ia satu dari sekian santri Pondok Pesantren Miftahul Huda yang selamat dalam kecelakaan yang menewaskan tiga orang itu.

Lantaran masih kesulitan bicara, Rahmat dibantu saudaranya, Rizah, untuk menjelaskan cerita sebelum kejadian.

"Kata dia (Rahmat), pas turunan itu kencang. Terus sempet kerasa ngerem mendadak sampai akhirnya mereka (santri) terpental," ujar Rizah ditemui di Rumah Sakit Sari Asih Ciledug, Selasa (27/11/2018).

Rahmat tak sadarkan diri ketika itu. Ia baru sadar sudah berada berdekatan saudara kembarnya, Sofyan Sauri (15), yang terpental ke rerumputan.

Sofyan satu dari tiga santri yang meninggal. Keluarga sudah memakamkan Sofyan kemarin di Karang Tengah, Kota Tangerang.

"Dia (Rahmat) bilang pas bangun langsung lihat saudaranya (Sofyan) ada di dekat dia dan penuh darah. Habis itu Rahmat langsung enggak sadar lagi," imbuh Rizah.

Rahmat mengalami patah tulang di paha kiri dan retak tulang wajah sebelah kiri.

Pihak keluarga belum mengabari Rahmat bahwa saudara kembarnya meninggal dalam kecelakaan di Cipondoh.

Halaman
1234
Penulis: Ega Alfreda
Editor: ade mayasanto
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved