Mobil Terbalik di Cipondoh

Polisi Tegaskan Penggunaan Mobil Pikap Mengangkut Orang Melanggar Aturan

Polisi mengatakan menggunakan mobil pikap sebagai angkutan manusia merupakan pelanggaran lalu lintas dan berkendara.

Polisi Tegaskan Penggunaan Mobil Pikap Mengangkut Orang Melanggar Aturan
TribunJakarta/Ega Alfreda
Rumah Sakit Sari Asih Ciledug yang masih melakukan perawatan medis kepada enam korban kecelakaan maut di kawasan Greenlake, Cipondoh, Kota Tangerang, Selasa (27/11/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, CILEDUG - Polisi mengatakan menggunakan mobil pikap sebagai angkutan manusia merupakan pelanggaran lalu lintas dan berkendara.

Kasatlantas Polres Metro Tangerang Kota, AKBP Ojo Ruslan menjelaskan, mobil pikap hanya diperuntukan mengangkut barang. Menggunakan pikap mengangkut manusia sangat berbahaya.

"Menyalahi aturan undang-undang. Angkutan barang digunakan untuk membawa barang bukan membawa orang. Itu tidak boleh. Jangan menggunakan bak terbuka untuk mengangkut orang," ujar Ojo di Rumah Sakit Sari Asih Ciledug, Kota Tangerang, Selasa (27/11/2018).

Menurut Ojo Ruslan, hal tersebut telah diatur dalam UU Lalu lintas nomor 22 Tahun 2009 Pasal 303.

Ojo Ruslan mencontohkan kejadian yang mengangkut 23 santri yang menumpangi mobil pikap, hingga menewaskan tiga santri.

Ia menegaskan, polisi tidak akan memberikan izin berkendara apa bila mobil pikap digunakan mengangkut orang.

Apa lagi jumlah orang yang diangkut sangat berlebihan jumlahnya.

Pemerintahan Kota dan Kabupaten Tangerang Serah Terima 56 Aset

Korban Selamat Ceritakan Detik-detik Pikap Rombongan Santri Terguling di Cipondoh

Jasa Raharja Tak Jamin Biaya Perawatan Santri Korban Kecelakaan Maut Cipondoh, Ini Alasannya

"Tidak akan merekomendasikan pikap dijadikan pengangkut barang," tegas Ojo.

Sebelumnya, terjadi kecelakaan tunggal mobil pikap yang ditunggangi 23 santri dari Miftahul Huda menabrak pembatas jalan dan terguling di kawasan Green Lake City, Cipondoh, Kota Tangerang.

Kecelakaan yang terjadi pada Minggu (25/11/2018) tersebut menelan tiga korban jiwa santri dari Pondok Pesantren Miftahul Huda.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved