Ini Penjelasan Smartfren Soal Pekerja Asing yang Terjaring Razia Imigrasi Tangerang

Juru Bicara PT Smartfren, Merza Fachys, memberikan tanggapan terkait 30 tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja untuk perusahaannya.

TribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir
Petugas Imigrasi Tangerang merazia para pegawai di sebuah perusahaan telekomunikasi di bilangan Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), Rabu (28/11/2018) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - Juru Bicara PT Smartfren, Merza Fachys, memberikan tanggapan terkait 30 tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja untuk perusahaannya, kedapatan tak memiliki paspor.

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, petugas Imigrasi Klas 1 Tangerang, mendapati 30 pekerja di gedung kantor PT Smartfren, tak memiliki dokumen yang lengkap, termasuk paspor.

Merza mengatakan para TKA yang terjaring itu merupakan pekerja dari kontraktor luar negeri yang bekerja untuk untuk Smartfren.

"Di Kantor Teknik Smartfren, selain karyawan Smartfren juga terdapat pekerja-pekerja dari kontraktor luar negeri Smartfren yang bekerja untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan sesuai kontrak mereka dengan Smartfren," terang Merza kepada awak media, Rabu (28/11/2018).

Satpol PP Kota Depok Berhentikan Aktivitas Pengeboran Air Ilegal di Kelurahan Tapos

Sidang Penusukan Anggota TNI, 3 Terdakwa Oknum Anggota Brimob Beri Kesaksian

Ia mengatakan, perusahaannya ketat dalam hal pemenuhan peraturan ketenagakerjaan, terutama pekerja dari luar negeri.

"Smartfren menegaskan bahwa perusahaan asing yang bekerja utk Smartfren wajib memenuhi peraturan terkait tenaga kerja asing bila mereka memperkerjakan pekerja asing di wilayah Indonesia," paparnya.

Merza mengungkapkan, 30 pekerja yang terjaring razia itu adalah para pekerja di bidang tekhnik jaringan.

Mereka sedang menggarap proyek peningkatan kualitas jaringan perusahaan penyedia jasa Internet itu.

"Dengan kejadian hari ini, maka sekali lagi kami meminta kepada kontraktor-kontraktor Smartfren untuk selalu memenuhi semua aturan terkait ijin tenaga kerja asing di indonesia," ujarnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved