Pemkot Depok Ungkap Alasan Kontraktor Buang Lumpur Situ Pedongkelan di Depan Rumah Warga

Pemkot Depok akui seluruh lumpur yang dikeruk dari Situ Pedongkelan dibuang di depan rumah warga di RT 05, RT 06/RW 05 Kelurahan Tugu.

Pemkot Depok Ungkap Alasan Kontraktor Buang Lumpur Situ Pedongkelan di Depan Rumah Warga
TribunJakarta.com/Bima Putra
Kepala Dinas PUPR Kota Depok Manto Djorghi saat berbicara dengan pelaksana proyek penurapan dan normalisasi Situ Pedongkelan, Selasa (27/11/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIMANGGIS - Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok Manto Djorghi mengakui seluruh lumpur yang dikeruk dari Situ Pedongkelan dibuang di depan rumah warga di RT 05, RT 06/RW 05 Kelurahan Tugu.

Total lumpur yang mencapai 6.000 kubik itu merupakan target pengerukan yang didanai bantuan Gubernur DKI Jakarta Rp 3.560.509.800 miliar.

Pembuangan lumpur depan rumah warga itu berdasarkan kesepakatan antara kontraktor dengan dua pemilik tanah yang tertuang dalam perjanjian resmi di atas materai.

"Dibuang ke sini semua, kurang lebih 6.000 kubik. Ternyata ada surat perjanjian dan surat permintaan. Agar hasil normalisasi, sedimen itu untuk pengerukan lahannya. Ada persetujuan yang punya lahan," kata Manto di Situ Pedongkelan, Selasa (27/11/2018).

Dia mengakui kalau tak semua warga yang terdampak bau lumpur dan sampah dapat sosialisasi.

Ketiadaan sosialisasi jadi sebab warga memprotes pengerjaan proyek.

Meski kontraktor menyebut target pengerukan terpenuhi, Manto tetap meminta lumpur dan sampah yang dikeruk diukur.

Menurutnya warga kini tak lagi mengeluhkan bau lumpur karena mulai berkurang.

Dia memperkirakan butuh waktu sekitar enam bulan sampai lumpur buangan sepenuhnya padat.

"Keluhannya di awal saja, sekarang sudah enggak bau. Saya minta ukuran kubiksitasnya. Karena nanti kan untuk dihitung, jadi berapa kubik yang dibuang di sisi Situ. Padatnya lima sampai enam bulan kalau tidak ditimpa hujan terus," ujarnya.

Karena pembuangan lumpur berdasarkan kesepakatan resmi, Manto mengatakan pemilik tanah yang harus membangun turap agar lumpur hasil urukan tak longsor ke depan rumah warga.

Usai Dikeluhkan Warga, Pemkot Depok Minta Kontraktor Keruk Lumpur dan Sampah di Situ Pedongkelan

Pelaksana Proyek Situ Pedongkelan Sempat Tolak Perbaiki Turap Rusak

Perihal kesepakatan kontraktor harus mengeruk ulang sisi tengah Situ Pedongkelan, Manto mengaku belum dapat memastikan di mana lumpur nantinya dibuang dan kapan pengerjaan dilakukan.

"Tinggal tanggung jawab yang punya lahan buat turap supaya jangan sampai longsor ke rumah warga. Lumpur itu untuk menyuburkan tanaman," tuturnya.

Penulis: Bima Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved