Polres Tangerang Selatan Tangkap Pengedar Sabu Modus Dibungkus Teh Cina

Aparat Polres Tangerang Selatan (Tangsel) merilis tersangka pengedar narkoba jenis sabu dengan modus mengemas barang haram itu dalam bungkus teh cina.

Polres Tangerang Selatan Tangkap Pengedar Sabu Modus Dibungkus Teh Cina
TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Kapolres Tangsel, AKBP Ferdy Irawan didampingi Kasat Resnarkoba, AKP Wisnu Putranto, di Mapolres Tangsel, Rabu (28/11/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - Aparat Polres Tangerang Selatan (Tangsel) merilis tersangka pengedar narkoba jenis sabu dengan modus mengemas barang haram itu dalam bungkus teh cina.

"Ini dalam bungkus teh cina," ujar Kapolres AKBP Ferdy Irawan didampingi Kasat Resnarkoba, AKP Wisnu Putranto, di Mapolres Tangsel, Rabu (28/11/2018).

Pelaku pengedar sabu itu adalah AW alias Gogo (44).

Gogo yang ditangkap dari hasil pengembangan, di bilangan Tebet Jakarta Selatan, didapati sabu seberat 1,6 kikogram.

Ferdy mengatakan tersangka mengaku mendapatkan barang itu dari Malaysia.

Sabu dibungkus Teh Cina
Sabu dibungkus Teh Cina (TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir)

"Kalau sementara keterangan dari tersangka untuk yang 1,6 kilo memang didapat dari jaringan luar negeri," ujarnya.

Selain Gogo, selama dua minggu belakangan, Sat Resnarkoba juga menangkap dua pengedar lain yang mengedarkan sabu, ekstasi dan H5.

SB alias Epul (38), kedapatan menyimpan sabu seberat 136 gram. Sedangkan SW alias Penyom (28) tertangkap menyimpan sabu seberat 801 gram, ekstasi 94 butir dan H5 93 butir.

Mereka semua mengedarkan kepada pelanggannya masing-masing yang sudah saling terhubung, termasuk di wilayah Tangsel.

Jika barang bukti kualitas nomor satu itu dijual di pasar gelap, total harganya mencapai hampir Rp 5 miliar.

Wisnu, menghitung potensi obat-obatan terlarang itu jika sampai menyebar di masyarakat bisa merusak 25.568 orang.

Polisi Tangkap 2 Pemuda yang Simpan Sabu di Pembalut Wanita Saat Berkendara

Polisi Gagalkan Penyelundupan Puluhan Kg Sabu, Anggota DPR Sebut Perlu Pengawasan Jalur Laut

"Satu gram sabu berpotensi merusak 10 orang pengguna. Sedangkan satu butir ekstasi dan H5, masing-masing berpotenai merusak satu orang penyalah guna," papar Wisnu.

Para tersangka dijerat Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika pasal 114 ayat 2, dengan ancaman hukuman paling ringan lima tahun penjara, dan paling berat hukuman mati.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved