Lion Air JT610 Jatuh

Lion Air PK-LQP: Hotman Paris Ungkap Ancaman Terhadap Keluarga Korban dan Perlawanan Balik Lion Air

Kasus pesawat Lion Air PK-LQP kode penerbangan JT610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, beberapa waktu lalu, semakin panjang

Lion Air PK-LQP: Hotman Paris Ungkap Ancaman Terhadap Keluarga Korban dan Perlawanan Balik Lion Air
ISTIMEWA
Pesawat Lion Air Boeing 737 MAX 8, registrasi PK-LQP dengan kapasitas 180 kursi kelas ekonomi. 

Manuel von Ribbeck mengatakan, gugatan akan mengarah kepada ganti rugi yang lebih besar dari pihak Boeing. Menurutnya, uang ganti rugi dari pihak Boeing bisa mencapai nominal 5-10 juta dolar AS apabila pihaknya menang di pengadilan.

Dia menyebut, dugaan kegagalan pihak Boeing mengingatkan pilot apabila terjadi malfungsi di udara dan dugaan cacat produksi pesawat bisa menjadi alat bukti kuat dalam persidangan.

"Boeing gagal mengingatkan pilot, kemungkinan lalai mengingatkan dan juga ada dugaan kegagalan desain atau cacat produksi," kata Manuel.

Pengacara Hotman Paris Hutapea memperkenalkan dua pengacara Amerika Serikat di Kopi Johny, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (29/11/2019).
Pengacara Hotman Paris Hutapea memperkenalkan dua pengacara Amerika Serikat di Kopi Johny, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (29/11/2019). (TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino)

3. Lion Air PK-LQP tidak layak terbang

KNKT menyebutkan pesawat Lion Air PK-LQP sudah tidak layak terbang saat menempuh rute dari Denpasar ke Jakarta, 28 Oktober 2019.

Hal ini diketahui KNKT setelah mengecek black box pesawat Lion Air PK-LQP.

Pesawat Lion Air PK-LQP tersebut jatuh di Tanjung Karawang.

"Menurut pandangan kami, yang terjadi itu pesawat sudah tidak layak terbang," kata Ketua Subkomite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo, di Kantor KNKT, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (28/11/2018).

Nurcahyo menjelaskan flight data recorder (FDR) mencatat adanya stick shaker aktif sesaat sebelum penerbangan hingga selama penerbangan.

Pada ketinggian sekitar 400 kaki, pilot menyadari adanya peringatan kecepatan berubah-ubah pada primary flight display (PFD).

Hidung pesawat PK-LQP mengalami penurunan secara otomatis.

Penumpang Lion Air PK-LQP Asal Bekasi Teridentifikasi, Istri Korban: Cukup Anak Saya yang Jadi Yatim

Karena penurunan otomatis itu, kopilot kemudian mengambil alih penerbangan secara manual sampai dengan mendarat.

"Menurut pendapat kami, Seharusnya penerbangan itu tidak dilanjutkan," kata Nurcahyo seperti dikutip dari Kompas.com.

Sebelum Hilang Kendali Pesawat Lion Air PK-LQP mendarat di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta sekitar pukul 22.56 WIB setelah terbang selama 1 jam 36 menit.

Setelah pesawat parkir, pilot melaporkan permasalahan pesawat udara kepada teknisi.

Besok paginya, pesawat dengan jenis Boeing 737-8 (MAX) itu kembali diterbangkan dari Jakarta ke Pangkal Pinang dengan nomor JT 610.

Pesawat yang membawa sekitar 189 penumpang dan kru ini lalu jatuh di perairan Karawang sekitar 13 menit setelah lepas landas.

Petugas menurunkan patahan as roda pesawat Lion Air PK-LQP dari atas mobil crane, Selasa (6/11/2018).
Petugas menurunkan patahan as roda pesawat Lion Air PK-LQP dari atas mobil crane, Selasa (6/11/2018). (TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma)

4. Lion Air Marah

Pihak Lion Air membantah pernyataan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) bahwa pesawat Lion Air PK-LQP yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat tidak laik terbang.

"Pernyataan ini menurut kami tidak benar," kata Direktur Utama Lion Air Edward Sirait di Lion Air Tower di kawasan Gajah Mada, Jakarta, Rabu (28/11/2018) malam.

Edu, sapaan akrab Edward Sirait, Edward mengklaim pesawat tersebut sudah dinyatakan laik terbang oleh release man atau teknisi sejak di Denpasar.

Menurutnya pesawat nomor registrasi JT 610 itu tersebut sudah laik terbang sesuai dokumen dan keterangan oleh teknisi tersebut.

Edu mengakui baru tahu informasi soal pesawat tidak laik melalui media massa. Untuk itu, dia meminta pihak KNKT membuat klarifikasi secara tertulis. "Ini pesawat laik terbang. Kami akan mengambil langkah-langkah lain," tegasnya.

Bahkan, Edu mengatakan pihaknya mungkin mengambil langkah jalur hukum bila diperlukan.

Keluarga Korban Lion Air PK LQP Klaim Terima Ancaman, Hotman Paris Gandeng Pengacara AS

Temuan Awal KNKT Jatuhnya Lion Air PK-LQP: Alami 6 Gangguan, Tak Layak Terbang Sejak dari Denpasar

KNKT Ungkap Masalah Lion Air PK-LQP Saat Terbang dari Bali ke Jakarta

"Kami akan mengambil langkah langkah termasuk kemungkinan atas pernyataan ini langkah hukum kalau memang ini statement yang di keluarkan oleh KNKT," ucapnya.

Hari ini, Kamis (29/11/2018), pihak Lion Air akan klarifikasi formal ke KNKT.

Sebelumnya, KNKT menyatakan pesawat Lion Air PK-LQP sudah tidak laik terbang sejak menempuh rute Denpasar-Jakarta pada 28 Oktober 2018. Hal ini berdasarkan pembacaan black box berisi fligt data recorder (FDR).

"Menurut pandangan kami, yang terjadi itu pesawat sudah tidak layak terbang,” kata Ketua Subkomite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo saat merilis pre-eliminary report di Kantor KNKT, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (28/11/2018).

Nurcahyo menjelaskan, flight data recorder (FDR) mencatat adanya stick shaker aktif sesaat sebelum penerbangan hingga selama penerbangan.

Pada ketinggian sekitar 400 kaki, pilot menyadari adanya peringatan kecepatan berubah-ubah pada primary flight display (PFD). Hidung pesawat PK-LQP mengalami penurunan secara otomatis.

Besok paginya, pesawat dengan jenis Boeing 737-8 (MAX) itu kembali diterbangkan dari Jakarta ke Pangkal Pinang dengan nomor JT 610. (TribunJakarta/Kompas.com/Tribunwow)

Penulis: erik sinaga
Editor: Muhammad Zulfikar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved