Warga Muara Angke Manfaatkan Kulit Kerang untuk Antisipasi Rob

Arti Astati alias Tatik menjelaskan dengan terdapatnya timbunan kulit kerang di kawasan itu, banjir rob dapat teratasi

TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Daratan kulit kerang di pemukiman nelayan pencari kerang Muara Angke, RT 06/RW 22 Muara Angke, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, PENJARINGAN - Warga RT 06/RW 22 Muara Angke, Kelurahan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara mengalihfungsikan limbah kulit kerang untuk berbagai manfaat.

Selain diuruk untuk menjadi daratan, kulit kerang juga dimanfaatkan untuk penahan banjir rob.

Ketua RT 06/RW 22 Kelurahan Pluit, Arti Astati alias Tatik menjelaskan dengan terdapatnya timbunan kulit kerang di kawasan itu, banjir rob dapat teratasi.

"Ini dulu dalem banget kaya lautan kalo air rob masuk. Kalo air pasang itu kayak laut katena terlalu rendah. Kalo rumah panggungnya pendek udah tenggelem, makanya ini kan kulit kerang kita timbun," kata Tatik ketika ditemui, Jumat (30/11/2018).

Tatik mengatakan, manfaat lain dari limbah kulit kerang adalah dapat ditimbun menjadi daratan.

Menurutnya, warga sekitar tak perlu mengeluarkan uang banyak untuk membeli pasir atau bahan bangunan lainnya untuk membuat jalan dengan memanfaatkan kulit kerang.

"Aturan beli pasir setruk ngeluarin uang kalo pake kulit kerang kan nggak ngeluarin uang ya. Daripada susah payah beli puing harga juga udah lumayan, kita manfaatin aja kulit kerang," kata Tatik.

Salah satu pengupas kulit kerang, Neng mengatakan dirinya rutin membuang kulit kerang di pinggir laut.

Sebelum kulit kerang dibuang ke pinggir laut, nelayan akan mencari kerang terlebih dahulu dari laut.

Blak-Blakan Soal Pernikahannya dengan Enji, Ayu Ting Ting: Boro-Boro Pesta, Nikah Aja di Ruang Tamu

Sopir Bajaj Keluhkan Kelangkaan Bahan Bakar Gas

Neng menjelaskan, usai kerang terkumpul, warga sekitar yang bekerja sebagai pengupas kulit kerang akan menjalankan peran mereka. Pengupas akan memisahkan antara kulit dan daging kerang.

Lalu, sisa kulit kerang akan dibuang ke tepi laut.

Neng melakukan itu untuk membuat semacam tanggul buatan supaya air rob tidak menbanjiri kawasan itu.

"Iya kan nanti dagingnya dimasukkin ke tempat gitu. Kalo kulitnya ya selesai dikupas dibuang ke pinggir laut, buat nahan rob itu biar nggak masuk-masuk banget," ucap Neng.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved