Reuni 212

Kehadiran Jokowi dan Prabowo Bisa Ubah Stigma 212

Kehadiran kedua calon presiden, Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto, masih menjadi pertanyaan dalam acara reuni akbar 212, pada Minggu

Kehadiran Jokowi dan Prabowo Bisa Ubah Stigma 212
TribunJakarta/Jaisy Rahman
Pengamat komunikasi politik dari The Political Literacy Institute, Gun Gun Heryanto, di di kedai kopi Litera, Mega Mall Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), Rabu (15/8/2018).  

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPUTAT- Kehadiran kedua calon presiden, Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto, masih menjadi pertanyaan dalam acara reuni akbar 212, pada Minggu (2/12/2018).

Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Gun Gun Heryanto, mengatakan kehadiran keduanya bisa mengubah stigma dari gerakan 212 mengenai keberpihakan politik dalam pemilihan presiden.

Terlebih, kehadiran Jokowi dan Prabowo Subianto bisa meredakan tensi acara reuni tersebut, dan secara lebih luas, dalam kontestasi perebutan kursi presiden

"Orang pelukan saja pakai bendera merah putih di forum olahraha itu menjadi auatu oase. Apa lagi kalau 212 yang menyatukan mereka, pasti menurut saya akan respect dan orang akan berbeda tuh, justifikasinya terhadap 212. Orang akan menganggap 212 tidak lagi berada dalam politik satu kaki dalam satu kubu," papar Gun Gun di cafe Litera, Mega Mall Ciputat, Tangerang Selatan, Jumat (30/11/2018).

Namun menurut Gun Gun, ketika Presiden Jokowi memutuskan hadir, pihaknya harus benar-benar memastikan situasi kondusif.

"Menurut saya pertimbangan informasi intelejennya harus matang, dan memangnya kalau sda kebutuhan untuk memetralisir bahwa 212 tidak seperti yang distigmakan, itu tidak ada salahnya juga untuk datang," ujarnya.

Ketua GNPF Ulama: Rizieq Shihab Akan Berikan Pidato saat Reuni Akbar 212 Secara Live

Belum Ada Peningkatan Massa Reuni Akbar 212 di Masjid Istiqlal

Jika berkaca pada tahun 2017, ketika gerakan 212 bermula, kehadiran Jokowi dan membuat suasana menjadi terkendali.

"Pak Jokowi di situ hadir bersama-sama, apa lagi diselingi misalnya salat berjamaah, sehingga tensi politiknya turun," ujarnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved