Reuni 212

Reuni 212: Tiga Poin Penting Aksi, Penegasan Novel Bamukmin hingga Kabar Kehadiran Prabowo-Sandi

Reuni akbar 212 akhir-akhir ini ramai diperbincangkan. Pasalnya, reuni akbar 212 dinilai mengarah pada unsur politik.

Reuni 212: Tiga Poin Penting Aksi, Penegasan Novel Bamukmin hingga Kabar Kehadiran Prabowo-Sandi
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Suasana ribuan umat muslim memenuhi acara reuni akbar 212 di pelataran Monas Jakarta, Sabtu (2/12/2017). Reuni akbar 212 diselenggarakan untuk memperingati aksi bela Islam pada tahun lalu dan mengkritisi pemerintahan Jokowi-JK. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Reuni Akbar 212 akhir-akhir ini ramai diperbincangkan.

Aksi Reuni Akbar 212 itu pun mendapat perhatian dari sejumlah politikus.

Pasalnya, Reuni Akbar 212 dinilai mengarah pada unsur politik.

Bahkan, menjelang Reuni Akbar 212 itu digelar, muncul aksi yang disebut-sebut sebagai tandingan.

Aksi tandingan itu diinisiasi Ketua Umum Forum Silaturahmi Aktivis 212, Kapitra Ampera.

Namun, aksi bernama kontemplasi 212 yang disebut tandingan reuni akbar 212 itu batal digelar.

Hal itu berdasarkan rekomendasi dari pihak kepolisian.

Lalu baru-baru ini muncul sebuah pertanyaan bagaimana bila aksi tandingan Kapitra Ampera itu disatukan dengan Reuni Akbar 212.

Pertanyaan tersebut muncul di sebuah Talkshow di TvOne yang dihadiri Kapitra Ampera dan Ketua Persaudaraan Alumni 212, Slamet Maarif.

Imbauan Polrestro Bekasi Kota kepada Warga yang Berangkat ke Reuni Akbar 212

Supaya Reuni 212 Tak Ditumpangi Ide Khilafah, Cak Imin Imbau Presiden Jokowi Hadir

Kapitra Ampera yang merupakan mantan Peserta aksi 212 itu pun mengatakan, saat ini dirinya merasa dianggap seperti orang lain.

Halaman
1234
Penulis: Mohamad Afkar Sarvika
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved