Sopir Bajaj Sebut SPBG Rusak Berbarengan di Wilayah Jakarta Tak Masuk Akal

Akibat kondisi seperti sekarang ini, Salim mengaku pendapatannya menjadi terganggu.

Sopir Bajaj Sebut SPBG Rusak Berbarengan di Wilayah Jakarta Tak Masuk Akal
TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Sejumlah sopir bajaj nampak mengantre di SPBG Jalan Perintis Kemerdekaan, Pulo Gadung, Jakarta Timur, Jumat (30/11/2018). 

TRIBUNJAKARTA.COM, PENJARINGAN - Banyak SPBG yang tidak beroperasi dalam waktu bersamaan membuat para sopir bajajkeheranan.

Pasalnya ditengah upaya mengurangi polusi udara, SPBG di Jakarta malah banyak yang tidak beroperasi.

Seorang sopir bajaj, Ahmad Yani (45) mengaku heran ada banyak SPBG yang tidak beroperasi seperti di kawasan Pluit, Jakarta Utara maupun di tempat lainnya. Belum lagi jumlah SPBG yang ada sekarang sangat terbatas.

“Rusaknya kok barengan, kayak nggak masuk akal. Kalau yang rusak cuma satu nggak apa-apa, lah ini banyak. Udah gitu jumlahnya sedikit, di Jakarta Utara aja cuma di sini (Pluit),” keluhnya, Jumat (30/11/2018).

Sopir bajaj lainnya, Salim (61) menuturkan SPBG di kawasan Citraland, Jakarta Barat juga rusak. Padahal informasi yang didapat, SPBG di kawasan itu sudah diperbaiki oleh petugas.

“Semalem yang di Citraland bisa tapi tadi pagi mati lagi, sekarang jadinya bingung mau ngisi kemana. Kalau di Terminal Grogol portabel gitu, antrenya juga lama,” ujar pria yang sudah enam tahun menjadi sopir bajaj itu.

Akibat kondisi seperti sekarang ini, Salim mengaku pendapatannya menjadi terganggu.

 Waktu yang biasa digunakan untuk mencari penumpang, habis hanya untuk antre BBG.

“Saya pernah antre ngisi BBG jam 1 siang, baru dapet jam 7 malam. Habis buat ngantre doang, belum cari penumpang, belum istirahat,” katanya.

Bahkan saking sulitnya memperoleh BBG, Salim mengaku pernah tidak beroperasi. Kondisi itu terjadi beberapa waktu lalu.

“Pernah saya nggak narik sampai tiga hari, mau narik gimana lah dapet BBG aja susah,” ucapnya.

Yani bersama pengemudi bajaj lainnya pun berharap agar kondisi semacam ini bisa segera teratasi dan mereka bisa bekerja kembali dengan tenang. (WARTAKOTA/Junianto Hamonangan)

Editor: Wahyu Aji
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved