Reuni 212

Supaya Reuni 212 Tak Ditumpangi Ide Khilafah, Cak Imin Imbau Presiden Jokowi Hadir

Pria yang biasa disapa Cak Imin ini mengakui bahwa pekerjaan dan aktivitas Presiden Jokowi sangat padat sehingga kemungkinan kecil bisa hadir.

Supaya Reuni 212 Tak Ditumpangi Ide Khilafah, Cak Imin Imbau Presiden Jokowi Hadir
Ist/Tribunnews.com
Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengimbau Presiden Joko Widodo untuk menghadiri Reuni 212.

Menurutnya, agar tidak ditumpangi oleh kepentingan kelompok atau kepentingan khilafah.

Pasalnya, hal-hal tersebut bisa membahayakan NKRI dan memecah belah bangsa.

"Ya, Pak Jokowi kalau ada waktu lebih bagus datang (reuni 212) supaya tidak ditumpangi ide khilafah," ujar Cak Imin saat menutup rangkaian acara Festival Peringatan Hari Santri 2018 di Kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Jumat (30/11/2018).

Pria yang biasa disapa Cak Imin ini mengakui bahwa pekerjaan dan aktivitas Presiden Jokowi sangat padat sehingga kemungkinan kecil bisa hadir.

Namun, dirinya berharap jika tidak sibuk bisa hadir di acara tersebut.

"Ya siapa saja boleh-lah datang (termasuk Prabowo Subianto)," kata Cak Imin.

Sementara Cak Imin sendiri kemungkinan besar tidak hadir dalam acara Reuni 212.

Pasalnya, dirinya bukan alumni 212 dan juga tidak ada pihak yang mengundang. 

Malam ini Kawasan Monas Dibuka untuk Peserta Reuni Akbar 212 yang Ingin Menginap

Polisi Siap Amankan Peserta Reuni 212 Berangkat dari Wilayah Jakarta Selatan

Dirinya juga mengimbau kader-kader PKB tidak mengikut Reuni tersebut. Jika ada yang ikut, dipersilahkan, namun tidak boleh memakai atribut partai. 

"Ya, kepada kader-kader PKB tentu saya imbau tidak usah ikut-ikut dulu karena nanti terlalu padat, ya kita doakan saja saudara-saudara kita, tapi yang penting kepada kaum muslimin yang ikut. Mari kita jaga persaudaraan," katanya.

Lebih lanjut, Cak Imin berharap peserta reuni tetap menjaga keamanan dan kenyaman.

Dirinya juga mendorong supaya jangan sampai diperdaya oleh ide-ide khilafah yang bisa memecah belah bangsa.

"Yang penting jaga ukhuwah Islamiyyah, persaudaraan sesama umat Islam harus terjaga, yang kedua ukhuwah watoniyah, persatuan dan kesatuan bangsa," katanya.

Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved